Tesis
Pengaruh lingkungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha melalui motivasi berwirausaha (studi pada siswa SMK berbasis pondok pesantren di Kabupaten Malang) / Rachmat Farich
Abstrak
ABSTRAK Farich Rachmat. 2019. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Melalui Motivasi Berwirausaha (Studi Pada Siswa SMK Berbasis Pondok Pesantren di Kabupaten Malang). Tesis. Program Studi S2 Pendidikan Bisnis dan Manajemen Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. F. Danardana Murwani M.M. (II) Dr. Ludi Wishnu Wardana S.T. S.E. S.Pd. M.M. Kata Kunci Lingkungan Keluarga Pendidikan Kewirausahaan Motivasi Berwirausaha Minat Berwirausaha Kekhawatiran besar banyak kalangan bahwa pertumbuhan populasi saat ini merupakan ledakan penduduk yang berimplikasi negatif pada setiap aspek kehidupan dimana salah satunya adalah pelemahan ekonomi Indonesia mengakibatkan meningkatnya tingkat pengangguran di Indonesia. Untuk mengatasi kondisi yang demikian lingkungan keluarga merupakan tempat awal menumbuhkan karakter dan budaya kewirausahaan bagi siswa sejak dini dan pendidikan kewirausahaan akan memperkuat motivasi siswa untuk meningkatkan minat berwirausaha dengan mampu menciptakan start up bisnis baru sehingga siswa tidak memilih untuk mencari kerja setelah lulus nanti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara lingkungan keluarga pendidikan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha siswa SMK berbasis pondok pesantren di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data hasil kuesioner untuk menguji hipotesis guna menjelaskan pengaruh lingkungan keluarga pendidikan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha. Analisis jalur dipilih untuk menguji hipotesis yang merupakan penerapan dari dari analisis regresi berganda. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII di enam SMK berbasis pondok pesantren di Kabupaten Malang sejumlah 614 siswa. Proportional random sampling dipilih untuk mendapatkan sampel sejumlah 242 responden. Rerata mean hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga tergolong baik pendidikan kewirausahaan tergolong baik motivasi berwirausaha tergolong tinggi dan minat berwirausaha siswa tergolong tinggi. Kesimpulan dari uji hipotesis menunjukkan bahwa lingkungan keluarga tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Lingkungan keluarga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha. Pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha. Motivasi berwirausaha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Lingkungan keluarga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha melalui motivasi berwirausaha. Pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha melalui motivasi berwirausaha. ii Kepada pihak SMK berbasis pondok pesantren di Kabupaten Malang khususnya Kepala Sekolah beserta jajarannya dan guru mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan perlu bersinergi dengan orang tua/wali siswa untuk bersama-sama memotivasi siswa dengan menjadi role model perilaku wirausaha untuk meningkatkan minat berwirausahanya. Sekolah perlu terlibat dalam program SMK Pencetak Wirausaha dan menguatkan peran guru dalam berinteraksi dengan siswa dalam proses pendidikan kewirausahaan dengan mempraktikkan sendiri kegiatan berwirausaha dan memunculkan start up bisnis. Siswa SMK berbasis pondok pesantren hendaknya memperkaya informasi di bidang pendidikan kewirausahaan baik dari sekolah maupun luar sekolah sebagai bekal berwirausaha dimasa yang akan datang. Bagi peneliti lainnya diharapkan melakukan penelitian sejenis (kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif) dimasa yang akan datang dan meneliti lebih jauh pilihan karir siswa setelah lulus SMK.