Disertasi
Manajemen pembiayaan pendidikan (studi multisitus SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 5 Malang) / Sasongko
Abstrak
A B S T R A K Sasongko. 2017. Manajemen Pembiayaan Pendidikan (Studi Multisitus SMA Negeri 1 SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5 Malang). Disertasi. Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono M.Pd (II) Dr. Imron Arifin M.Pd (III) Prof. Dr. Ali Imron M.Pd M.Si Kata kunci pembiayaan pendidikan Investasi pendidikan merupakan alternatif investasi yang menguntungkan bagi suatu bangsa. Investasi sumber daya manusia melalui pendidikan memiliki dampak paling besar terhadap kemajuan negara. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan sumber-sumber pembiayaan pendidikan perencanaan pembiayaan pendidikan pelaksanaan pembiayaan d an pelaporan pembiayaan pendidikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan rancangan studi multisitus dengan metode analisis deskripsi induktif terhadap fakta-fakta dan temuan dalam praktik manajemen pembiayaan yang dilakukan di tiga sekolah menengah atas negeri yakni SMA Negeri 1 SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu analisis data situs individu dan analisis data lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama sumber-sumber pembiayaan pendidikan berasal dari tiga sumber pembiayaan pendidikan yaitu pemerintah (biaya operasional sekolah dan bantuan blockgrant) orang tua atau wali siswa (sumbangan pembinaan pendidikan sumbangan biaya pengembangan pendidikan dan donasi) dan masyarakat (donasi alumni corporate social responsibility sponsor). Kedua perencanaan pembiayaan pendidikan disusun dan tertuang dalam RKAS dilakukan setiap akhir tahun pelajaran sesuai delapan standar nasional pendidikan dan melibatkan seluruh stakeholder sekolah. Tahap perencanaan pembiayaan pendidikan antara lain persiapan pembekalan/lokakarya pengajuan dana peninjauan kembali perbaikan penyusunan program pengangaran dan pengesahan oleh komite sekolah. Ketiga Pelaksanaan pembiayaan pendidikan meliputi perolehan sumber-sumber pembiayaan pendidikan dan membelanjakan sumbersumber pembiayaan. Pelaksanaan pembiayaan pendidikan belum sepenuhnya dilaksanakan secara efektif akibat perubahan kebijakan dan kondisi keuangan sekolah. Efisiensi pelaksanaan pembiayaan pendidikan dilaksanakan dilakukan dengan membelanjakan sumber pembiayaan sesuai kebutuhan. Keempat pelaporan pembiayaan pendidikan belum sepenuhnya transparan karena hanya dipublikasi secara terbatas. i Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan sekolah lebih kreatif dalam mencari sumber-sumber pembiayaan pendidikan merencanakan pembiayaan pendidikan dengan melibatkan seluruh stakeholder melaksanakan pembiayaan pendidikan secara efektif dan efisien dan menyusun laporan keuangan secara transparan dan akuntabel. ii