Skripsi
Relasi makna dalam tajuk rencana harian Kompas / Aburizal Sadam Habibi
Abstrak
v RINGKASAN Habibi Aburizal Sadam. 2018. Relasi Makna dalam Tajuk Rencana Harian Kompas. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Martutik M.Pd. Kata Kunci relasi makna makna tajuk rencana ragam prinsip. Tajuk rencana merupakan salah satu wacana tulis karya jurnalis yang terdapat dalam kolom khusus surat kabar yang berisikan tanggapan redaksi dari suatu media terhadap peristiwa aktual yang terjadi di masyarakat. Tajuk rencana dapat dijadikan sebagai wahana penilaian terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Dalam tajuk rencana fakta dan opini merupakan gagasan yang ditulis dalam bentuk paragraf. Setiap paragraf memiliki potensi adanya kalimat utama dan kalimat penjelas. Agar kalimat utama dan kalimat penjelas menjadi kesatuan paragraf yang baik maka makna antarkalimat tersebut haruslah berhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam dan prinsip relasi makna yang terdapat dalam tajuk rencana harian Kompas edisi Januari 2018. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini difokuskan pada kata dan/atau frasa dalam kalimat yang memiliki ragam dan prinsip relasi makna. Sumber data penelitian ini adalah tajuk rencana harian Kompas berbasis dalam jaringan edisi Januari 2018. Pada penelitian ini peniliti sebagai instrumen kunci karena peneliti melakukan kegiatan penelitian mulai dari menetapkan fokus penelitian melakukan pengumpulan data analisis data dan menyimpulkan hasil penelitian. Kemudian peneliti mendokumentasikan hasil temuan pada tabel pengumpulan data ragam relasi makna dan tabel pengumpulan data prinsip relasi makna. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa reduksi penyajian data serta penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara ketekunan pengamatan pengecekan sejawat dan kecukupan referensi. Berdasarkan analisis data pada tajuk rencana harian Kompas edisi Januari 2018 diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama ragam relasi makna yang didapatkan yaitu berupa hiponim meronim sinonim dan antonim. Karakteristik pada ragam relasi makna hiponim tidak hanya berupa kata inklusif kata tetapi ada pula kata inklusif frasa dan frasa inklusif frasa. Karakteristik pada ragam relasi makna meronim berupa ungkapan yang integral terhadap keseluruhannya memiliki motivasi prinsip memiliki persesuaian fase dan tipe. Karakteristik pada ragam relasi makna sinonim yakni berupa ungkapan yang memiliki persamaan atau kemiripan makna secara absolut proporsional dan yang memiliki makna yang berdekatan. Serta karakteristik pada ragam relasi makna antonim berupa relasi yang maknanya dianggap mutlak polar/kutub reservise/bertentangan converse/berkebalikan dan yang memiliki hubungan pertidaksesuaian. Kedua prinsip relasi makna yang didapatkan yaitu berupa inklusi komplementer dan persinggungan. Pada prinsip inklusi terdapat karakteristik inklusi kelas yang memiliki makna tercakup dan merupakan bentuk hierarki atas-bawah. Pada vi karakteristik ini pemakai bahasa ingin dengan cepat menyebutkan nama/ungkapan yang diacu. Selain itu terdapat karakteristik prinsip inklusi meronim yang meliputi hubungan anggota dengan perkumpulannya (member-collection) hubungan fase dengan aktivitasnya (phase-activity) dan hubungan fitur dengan kejadiannya (feature-event). Pada prinsip komplementer terdapat karakteristik resiprokal resiprokal yang berlawanan dengan makna sebaliknya dan resiprokal yang berlawanan secara timbal balik. Sementara itu pada prinsip persinggungan terdapat karakteristik persinggungan yang memiliki makna bersifat sebagai asosiasinya yang berprinsip untuk menunjukkan persinggungan makna yang mengakibatkan kohesi antargagasan dan menjadikan kesatuan paragraf dan prinsip persinggungan yang memiliki makna hampir sama tetapi tingkat kesamaannya atau penggunaanya sedikit berbeda. Berdasarkan hasil penelitian ini bagi masyarakat pada umumnya yang berkecimpung dalam dunia tulis-menulis untuk tetap mempertahankan kohesi antarkalimat agar kalimat-kalimat dalam suatu wacana tetap saling berkesinam-bungan. Salah satu cara mempertahankannya yaitu dengan memperhatikan relasi makna sebagai penanda kohesi. Selain itu dengan membentuk relasi makna ungkapan-ungkapan yang disampaikan menjadi lebih fokus serta perbendaharaan kata menjadi lebih bervariasi.. Sementara itu bagi peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dan bahan perbandingan untuk mengadakan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih khusus dan lebih luas.