Tesis
Model kepemimpinan melayani dalam meningkatkan semangat pengabdian guru (studi multi situs di SMA K Yos Sudarso Batu Jawa Timur dan SMA K. St. Paulus Pontianak Kalimantan Barat) / Edit Yulitri
Abstrak
iv ABSTRAK Yulitri Edit. 2019. Model Kepemimpinan Melayani dalam Meningkatkan Semangat Pengabdian Guru (Studi Multi Situs pada SMA K Yos Sudarso Batu Jawa Timur dan SMA K St. Paulus Pontianak Kalimantan Barat). Tesis. Program Studi Manajeman Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono M. Pd. (II) Dr. Mustiningsih M. Pd Kata Kunci model kepemimpinan melayani semangat pengabdian guru Kepala sekolah sebagai penggerak kehidupan dan pembaharu perubahan di lembaga pendidikan harus termotivasi tinggi untuk mensejahterakan warga sekolah dengan memberi pelayanan berdasarkan cinta kasih. Kepala sekolah yang terpanggil dan terpilih untuk memimpin lembaga pendidikan hendaknya memahami dan menghidupi semangat pengabdian yang mulia pada lembaga pendidikan demi keberhasilan sekolah. Model kepemimpianan melayani menitik beratkan bahwa melalui keteladanan perilaku seorang pelayan yang sederhana disiplin siap-sedia rendah hati bijaksana jujur ulet tangguh amanah taqwakal diharapkan mampu memberi kontribusi dan perubahan positif untuk meningkatkan semangat pengabdian guru pada lembaga pendidikan. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana model kepemimpinan melayani dalam meningkatkan semangat pengabdian guru di SMA K Yos Sudarso Batu dan SMA K St. Paulus Pontianak. Fokus umum tersebut dijabarkan ke dalam sub-sub fokus sebagai berikut (1) Faktor penyebab pemimpin termotivasi tinggi dalam melayani (2) Implementasi visi misi tujuan dan program pemimpin dalam meningkatkan semangat pengabdian guru di SMA K Yos Sudarso Batu dan SMA K St. Paulus Pontianak (3) Karakteristik pemimpin dalam meningkatkan semangat pengabdian guru di SMA K Yos Sudarso Batu dan SMA K St. Paulus Pontianak (4) Dampak perilaku pemimpin dalam meningkatkan semangat pengabdian guru di SMA K Yos Sudarso Batu dan SMA K St. Paulus Pontianak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi multi situs. Sumber data adalah Kepala SMA K Yos Sudarso Batu dan Kepala SMA K St. Paulus Pontianak. Metode perolehan data adalah metode wawancara mendalam observasi partisipan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa intrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Pengecekan keabsahan data digunakan metode yang relevan secara khusus dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan pengolahan data dimulai dengan tahap penelaahan data berupapembuatan traskrip wawancara pengumpulan gambar dokumentatif yang relevan serta merapikan data observasi partisipasi selanjutnya dilakukan tahap identifikasi berupa reduksi data agar meminimalisir duplikasi sehingga dapat dilakukan klasifikasi data dan pada akhirnya tahap v evaluasi dimana peneliti memperoleh keyakinan bahwa data yang terkumpul layan untuk dianalisis yakni analisi situs tunggal dan analisis lintas situs. Kegiatan analisis lintas situs menghasilkan temuan berikut ini. Suster Kepala SMA K Yos Sudarso Batu dan Bruder Kepala SMA K St. Paulus Pontianak dalam usaha meningkatkan semangat pengabdian guru selalau ada faktor yang menyebabkan keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah. Faktor penyebab pemimpin termotivasi tinggi dalam melayani menjadi dasar kepala sekolah untuk meningkatkan semangat pengabdian guru pada lembaga pendidikan antara lain (a) kesaksian hidup (b) cinta kasih dasar visi-misi pemimpin (c) potensi mulia dari Sang Pencipta (d) komitmen hidup pemimpin penjiwa komunitas pendidikan. Pengimplementasian visi dan misi oleh pemimpin di lihat dari spiritualitas pendiri telah terinternalisasi dalam seluruh stakeholders sekolah. Visi kepemimpinan pada kedua situs dalam penelitian ini adalah mewujudkan mengaktualisasikan menciptakan memelihara mengambangkan komunitas pendidikan yang setia terhadap pencerdasan bangsa ciri khas katolik profesionalitas dan keberpihakan terhadap kaum yang miskin berakar pada cinta kasih. Perwujudan dan peningkatan visi pemimpin mengimplikasikan pelaksanaan pendidikan yang beroreantasi pada pencerdasan kehidupan bangsa sikap toleransi terhadap perbedaan agama suku golongan sosial ekonomi dalam lingkup global. Pribadi pemimpin yang mendapat panggilan jiwa untuk memimpin yaitu karismatik memiliki ambisi dan semangat (visioner) memiliki hasrat untuk memimpin jujur integritas bijaksana siap sedia percaya diri fleksibel serta memiliki pengetahuan yang relevan dengan pekerjaannya. Kedua kepala sekolah pada situs penelitian merupakan sosok yang berjiwa melayani visioner bijaksana rendah hati disiplin. Temuan penelitian tentang dampak perilaku kepala sekolah yang berjiwa melayani pada sekolah yang merupakan situs satu maupun situs dua yang dipaparkan secara deskriptif berdampak positif baik terhadap tenaga pendidik kependidikan peserta didik orang tua murid dan masyarakat sekitar. Kepala sekolah yang berjiwa melayani menanamkan dalam diri mereka keterbukaan untuk mendengarkan orang lain melalui kedekatan kehadiran yang tekun kemampuan untuk menghidupkan dan mengambil inisiatif membantu orang yang dipercayakan kepada mereka untuk diarahkan digerakkan dipengaruhi melalui tindakkan dalam rangka mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Kesimpulan secara umum kepemimpinan melayani dapat meningkatkan semangat pengabdian guru pada lembaga pendidikan. Kepemimpinan melayani dalam penelitian ini merupakan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang berbelaskasih untuk memimpin sesama manusia dan dirinya sendiri yang berada dalam komunitas pendidikan berlandaskan cinta kasih melalui pemenuhan kebutuhan yang terkandung dalam proses pendidikan di sekolah menegah atas baik di SMA K Yos Sudarso Batu dan di SMA K St. Paulus Pontianak.