Skripsi
Implementasi perilaku hidup bersih dan sehat siswa di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang / Wendy Ayu Putri Viola
Abstrak
i RINGKASAN Viola Wendy Ayu Putri. 2019. Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Siswa di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Estu Winahyu M.Pd. (II) Drs. Goenawan Roebyanto S.Pd M.Pd. Kata Kunci Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kehidupan sehat merupakan kehidupan yang sangat didambakan setiap manusia. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang ditemukan bahwa siswa tidak mencuci tangan sebelum makan siswa mencuci tangan tetapi tidak menggunakan sabun siswa membuang sampah tidak sesuai dengan jenis tempat sampahnya dan terdapat tiga sampah bungkus makanan yang berserakan di kantin depan namun siswa tidak mengambilnya. Selain itu di sekolah tersebut mempunyai bangunan kamar mandi yang minim pencahayaan dan keadaan berbau pesing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi perilaku hidup bersih dan sehat di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian terletak di Jalan Tretes No. 3 Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari kepala sekolah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara angket observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan perilaku hidup bersih dan sehat di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang secara keseluruhan sudah terencana dengan baik dikarenakan sudah menggambarkan sasaran frekuensi lokasi pelaksana penanggung jawab dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu tahun. Aktivitas cuci tangan siswa di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang sudah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah mencuci tangan dengan baik dan dilakukan sebelum dan setelah makan. Sarana untuk cuci tangan juga sudah disediakan masing-masing wastafel dan air bersih di setiap kelas. Wastafel yang disediakan oleh sekolah sebanyak 15 wastafel. Namun hanya tiga kelas saja yang menyediakan sabun untuk cuci tangan. Makanan yang dijual di kantin SD Negeri Lowokwaru 2 Malang sudah dicek laboratorium oleh UPT Dinas Kesehatan Kota Malang dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Jawa Timur. Hasil dari pemeriksaan makanan tersebut dinyatakan bahwa makanan yang dijual di kantin sekolah aman dan baik untuk dikonsumsi. Jamban yang disediakan di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang sudah memenuhi syarat jamban bersih dan sehat. Jumlah jamban tidak sesuai dengan jumlah siswa. Jumlah jamban siswa laki-laki sebanyak 4 dengan 305 siswa sedangkan jumlah siswa perempuan sebanyak 5 dengan 314 siswa. Kegiatan olahraga di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang dilakukan dalam indoor dan outdoor. Hampir seluruh siswa melakukan kegiatan olahraga sebanyak ii dua kali dalam seminggu dan sebagian siswa di sekolah tersebut belum mengetahui berapa lama olahraga yang terukur. Pemberantasan jentik nyamuk di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang dilakukan melalui kegiatan 3M (Menguras Mengubur Menutup). Selain itu kepala sekolah dan guru menghimbau siswa untuk menggunakan lotion. Kegiatan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun bekerjasama dengan pihak Puskesmas Kendalsari. Alat penimbang berat badan di sekolah tersebut menggunakan timbangan manual sedangkan alat pengukur tinggi badan masih menggunakan ukuran dari kertas. SD Negeri Lowokwaru 2 Malang menyediakan empat jenis tempat sampah yakni warna hijau kuning merah dan biru. Siswa di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang secara keseluruhan setuju dengan keberadaan macam-macam tempat sampah dikarenakan dapat membantu siswa untuk memilah sampah. Evaluasi perilaku hidup bersih dan sehat di SD Negeri Lowokwaru 2 Malang secara keseluruhan sudah didiskusikan dengan kepala sekolah komite sekolah dan guru. Kegiatan evaluasi sudah dilakukan dengan mengevaluasi program yang dilakukan. Namun dalam kegiatan evaluasi sekolah belum mencari tahu apa yang dirasakan oleh siswa belum terdapat catatan khusus pengevaluasian dan kegiatan evaluasi dilakukan pada akhir semester. Berdasarkan uraian di atas disarankan untuk melakukan pengadaan sarana dan prasarana berupa pembangunan kamar mandi sesuai dengan jumlah siswa agar siswa lebih nyaman memperhatikan ketersediaan sabun untuk cuci tangan agar siswa tidak berebut dan lebih nyaman merencanakan secara tepat dan lengkap agar memudahkan pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengadakan evaluasi secara rutin.