Skripsi
Penerapan metode discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII materi sistem persamaan linear dua variabel SMP Laboratorium UM / Dita Annisa Wilujeng
Abstrak
v RINGKASAN Wilujeng Dita Annisa. 2019. Penerapan Metode Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel SMP Laboratorium UM. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Rini Nurhakiki M.Pd. Kata Kunci Discovery Learning Hasil Belajar Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Salah satu permasalahan yang dialami oleh siswa kelas VIII-A SMP Laboratorium UM adalah rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi peneliti pada saat praktik pengalaman lapangan menyatakan bahwa pada saat pembelajaran yang dilakukan peneliti pada saat materi relasi dan fungsi peneliti melihat bahwa masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan untuk mencari nilai fungsi yang ada kaitannya dengan salah satu metode pada sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) yaitu metode substitusi. Selain itu juga pada saat peneliti melakukan pretes mengenai materi relasi dan fungsi hasil belajar siswa juga tergolong rendah ini terbukti dari data yang diperoleh peneliti dari 26 siswa sebanyak 57 69% atau 15 siswa masih memperoleh nilai dibawah KKM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 1) hasil observasi aktivitas guru dan siswa dan 2) hasil tes akhir siklus. Langkah langkah pembelajaran dengan menggunakan metode discovery learning dalam penelitian ini terdiri dari stimulasi/pemberian rangsang identifikasi masalah pengumpulan data pengolahan data pembuktian dan menarik kesimpulan. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat melalui hasil tes akhir pada siklus I dan hasil tes akhir pada siklus II. Berdasarkan langkah langkah penerapan discovery learning dalam tahap 1) stimulasi. Peneliti memberikan suatu permasalahan melalui kegiatan pada LKS. Dalam tahap ini peneliti meminta salah satu siswa dari perwakilan kelompok untuk membacakan soal permasalahan yang ada dalam LKS. Hal ini membuat siswa lebih fokus terhadap permasalahan yang diberikan. 2) identifikasi masalah. Peneliti memberikan instruksi kepada siswa untuk membuat hipotesis mengenai permasalahan yang ada pada LKS. Selain itu juga peneliti memberikan bimbingan kepada siswa yang masih belum memahami instruksi yang diberikan oleh guru sehingga membuat siswa lebih mudah untuk menyelesaikan permasalahan. 3) pengumpulan data. Peneliti memberikan instruksi kepada siswa untuk membaca dan mencermati permasalahan yang ada pada LKS. Kemudian peneliti meminta siswa untuk menyusun dan menganalisis data dari permasalahan tersebut untuk menentukan model matematika yang ada pada LKS. 4) pengolahan data. Peneliti membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari siswa vi berkemampuan tinggi sedang dan rendah untuk memudahkan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru melalui diskusi kelompok. Hal ini membuat penyelesaian tugas kelompok lebih cepat dikarenakan dalam kelompok tersebut terdapat siswa dalam berbagai macam kemampuan. 5) verifikasi. Peneliti meminta siswa untuk memeriksa kembali jawaban yang telah mereka diskusikan dengan anggota kelompoknya. Dalam hal ini seluruh siswa berperan aktif untuk memeriksa jawaban yang telah mereka tuliskan sudah benar atau belum. 6) generalisasi. Peneliti memberikan instruksi kepada seluruh kelompok untuk membuat kesimpulan untuk dipresentasikan di depan kelas. Dalam hal ini seluruh siswa berperan aktif untuk mengemukakan pendapatnya didepan kelas. Selain itu berdasarkan hasil tes siklus I diperoleh sebesar 73 07% dan untuk hasil tes akhir pada siklus II diperoleh hasil sebesar 88 46%. Berdasarkan paparan hasil tes pada siklus I dan siklus II hasil tes siswa mengalami peningkatan. Jika merujuk pada kriteria keberhasilan ketuntasan hasil belajar siswa harus 75%. Sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil.