Skripsi
Identifikasi kemampuan makroskopik, mikroskopik dan simbolik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek pada materi larutan penyangga tahun ajaran 2018/2019 / Endah Yuliani
Abstrak
ABSTRAK Yuliani Endah. 2019. Identifikasi Kemampuan Makroskopik Mikroskopik dan Simbolik Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek pada Materi Larutan Penyangga Tahun Ajaran 2018/2019..Skripsi Jurusan Kimia Fakultas.Matematika dan IlmuiPengetahuaniAlam iUniversitas NegeriiMalang.iPembimbing (1) Dr. Hj. HayuniiRetno Widarti M.Si. (2) Drs. DarsonoiSigit M.Pd. Kata Kunci Kemampuan representasi makroskopik mikroskopik simbolik larutan penyanggai Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (sains) yang bersifat abstrak dan kompleks. Untuk mempelajari ilmu kimia yang bersifat abstrak diperlukan suatu penggambaran atau representasi yaitu representasi makroskopik mikroskopik dan simbolik. Ketiga level representasi kimia tersebut saling berhubungan meliputi hubungan level makroskopik-mikroskopik makroskopik-simbolik dan mikroskopik-simbolik atau dapat dikenal dengan istilah interkoneksi multipel representasi. Siswa mengalami kesulitan dalam menghubungkan ketiga level representasi di kelas siswa cenderung lebih banyak belajar level simbolik. Hal ini disebabkan karena level simbolik lebih banyak diujikan dalam setiap tes keberhasilan kimia. Materi larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia yang mencakup hubungan level makroskopik mikroskopik dan simbolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemampuan representasi makroskopik-mikroskopik makroskopik-simbolik dan mikroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek sebanyak 58 siswa yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa soal-soal pilihan ganda berbasis interkoneksi multipel representasi yang memiliki validitas 96 8 % (kriteria sangat tinggi) dengan reliabilitas sebesar 0 922 (kriteria sangat tinggi). Soal tes berjumlah 28 butir soal yang terdiri dari 8 soal makroskopik-mikroskopik 10 soal makroskopik-simbolik dan 10 soal mikroskopik-simbolik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan perhitungan persentase jawaban benar dan jawaban alasan terbuka siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan representasi makroskopik-mikroskopik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 57 61% (kriteria cukup) (2) kemampuan representasi makroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 66 67% (kriteria tinggi) (3) kemampuan representasi mikroskopik-simbolik siswa pada materi larutan penyangga sebesar 55 61% (kriteria cukup) (4) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi makroskopik-mikroskopik yaitu miskonsepsi sebesar 27 20% dan tidak paham sebesar 18 56% (5) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi makroskopik-simbolik yaitu miskonsepsi sebesar 13 62% dan tidak paham sebesar 20 69% dan (6) kemampuan pemahaman siswa terhadap materi larutan penyangga pada representasi mikroskopik-simbolik yaitu miskonsepsi sebesar 37 36% dan tidak paham sebesar 19 82%.