Skripsi
Disfemia dalam rubrik Most Popular pada detik.com dan okezone.com / Budi Ristanto
Abstrak
v RINGKASAN Ristanto Budi. 2018. Disfemia dalam Rubrik Most Popular pada Detik.com dan Okezone.com. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Roekhan M.Pd. Kata Kunci disfemia rubrik most popular Detik.com Okezone.com Penulisan berita tidak dapat dipisahkan dari penggunaan dan pilihan bahasa yang dipakai wartawan untuk menulis berita yang akan diterbitkannya. Disfemia adalah salah satu alternatif pilihan bahasa yang dipakai dalam penulisan berita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kebahasaan nilai rasa dan tujuan pemakaian disfemia yang terdapat dalam rubrik most popular pada Detik.com dan Okezone.com. Rubrik most popular adalah salah satu rubrik yang terdapat dalam portal media massa online pada Detik.com dan Okezone.com. Rubrik most popular menyajikan sepuluh berita pilihan yang paling banyak dibaca oleh masyarakat di situs Detik.com dan Okezone.com setiap harinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian analisis wacana. Analisis wacana digunakan untuk mengetahui kandungan disfemia yang terdapat dalam teks berita pada Detik.com dan Okezone.com berdasarkan bentuk kebahasaan nilai rasa dan tujuan pemakaian disfemianya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan baca catat. Instrumen yang digunakan adalah human instrument yaitu kedudukan peneliti sebagai perencana pelaksana pengumpulan data analis penafsir data dan sekaligus sebagai pelapor hasil penelitian yang dilakukannya. Kata yang mengandung disfemia dalam rubrik most popular pada Detik.com dan Okezone.com merupakan objek pada penelitian ini. Lebih lanjut data penelitian ini adalah disfemia yang terdapat dalam rubrik most popular pada Detik.com dan Okezone.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kebahasaan disfemia yang muncul ada empat yakni berbentuk kata dasar berbentuk kata berimbuhan berbentuk kata ulang dan berbentuk kata majemuk. Selanjutnya nilai rasa yang muncul ada empat yakni disfemia bernilai rasa mengasarkan bernilai rasa menakutkan bernilai rasa merendahkan dan disfemia bernilai rasa menjijikkan. Tujuan pemakaian disfemia yang ditemukan ada empat yakni bertujuan untuk menunjukkan perbuatan untuk menunjukkan ketidaksepakatan untuk menunjukkan penegasan makna dan untuk mengungkapkan kejengkelan. Bentuk kebahasaan disfemia yang paling dominan ditemukan adalah bentuk kata berimbuhan. Nilai rasa disfemia yang paling dominan ditemukan adalah nilai rasa mengasarkan. Tujuan pemakaian disfemia yang paling dominan ditemukan adalah disfemia bertujuan untuk menegaskan makna.