Skripsi
Analisis muatan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Bahasa Jawa di kelas V SDN Bunulrejo 1 Kota Malang / Mukti Puji Rahayu
Abstrak
RINGKASAN Rahayu Mukti Puji. 2019. Analisis Muatan Nilai-Nilai Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Jawa di Kelas V SDN Bunulrejo 1 Kota Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sutarno M.Pd. (II) Dra. Nur Hanifah M.Pd. Kata Kunci Analisis Nilai Karakter Pembelajaran Bahasa Jawa Sekolah Dasar Pendidikan karakter di sekolah dapat dilaksanakan melalui pengintegrasian nilai-nilai target di dalam mata pelajaran yang dipandang sesuai atau relevan. Pembelajaran Bahasa Jawa dapat dijadikan sebagai salah satu wadah untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter bagi siswa. Kurikulum 2006 maupun Kurikulum 2013 memberikan ruang yang besar untuk pembelajaran Bahasa Jawa dalam pelaksanaan pembelajarannya. Sebagai lembaga pendidikan sekolah diharapkan dapat menerapkan pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan salah satunya yaitu melalui kegiatan pembelajaran Bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter yang tampak dalam pembelajaran Bahasa Jawa nilai karakter dalam buku ajar Bahasa Jawa dan sikap siswa setelah pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi wawancara dan dokumentasi. Sumber data berasal dari guru siswa dan buku ajar Bahasa Jawa. Hasil dari penelititan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan buku ajar Bahasa Jawa memuat 5 nilai karakter utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu religius nasionalis integritas mandiri dan gotong royong. Setelah melaksanakan pembelajaran Bahasa Jawa siswa juga menunjukkan sikap sopan bertata krama nasionalis dan gotong royong. Berdasarkan temuan penelitian di atas peneliti menyarankan terkait adanya kegiatan pembiasaan penggunaan Bahasa Jawa oleh siswa maupun guru secara lebih intensif. Guru dan Kepala Sekolah menganalisis terlebih dahulu muatan nilai karakter yang ada pada setiap komponen-komponen buku ajar sehingga pendidik dapat mengembangkan pembelajaran yang bermuatan nilai karakter dengan lebih baik.