Skripsi
Analisis efisiensi teknis buah belimbing dengan pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA) di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar / Fransiskus Eldo Kurniawan
Abstrak
v ABSTRAK Kurniawan Fransiskus Eldo. 2019. Analisis Efisiensi Teknis Buah Belimbing Dengan Pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA) di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar . Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Imam Mukhlis SE M.Si Kata Kunci Usaha Tani Buah Belimbing Efisiensi Teknis Stochastic Frontier Analysis Jumlah produksi buah belimbing di Indonesia tercatat pada 5 tahun terakhir (2013-2017) mengalami fuktuatif namun pada tahun 2017 mengalamin peningkatan dari yang tahun sebelumnya jumlah produksi sebesar 78.662 ton menjadi 85.232 ton. Meskipun demikian masih dapat di katakan menurun karena pada tahun 2015 jumlah produksi buah belimbing mampu mencapai 98.968 ton. Penyumbang produksi buah belimbing terbesar adalah jawa timur 433 402 ton atau 50 7% dari total produksi di tahun 2017. Kota Blitar adalah salah satu penghasil buah belimbing yang cukup besar yang berpusat di Kelurahan Karangsari dengan varietas bibit unggul Belimbing Karangsari. Produksi tahun 2017 di Kelurahan Karangsari 5642 23 kw dengan jumlah. 24.235 pohon Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor produksi apa saja yang mempengaruhi produksi buah belimbing dan efisiensi teknis buah belimbing. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan alat analisis yang digunakan adalah Stochastic Frontier Analysis (SFA). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Dari hasil analisis terdapat 3 variabel yang secara signifikan berpengaruh positif terhadap produksi buah belimbing di Kelurahan Karangsari Kota Blitar yaitu jumlah pohon pupuk kimia dan tenaga kerja. Tingkat Efisiensi usaha tani buah belimbing di Kelurahan Karangsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar adalah sebesar 0.655 atau 65 5% Nilai tersebut menunjukan belum efisien. Tidak efisiennya produksi buah belimbing di Kelurahan Karangsari disebabkan oleh pemanfaatan luas lahan kurang maksimal karena perbedaan jarak penanaman setiap petani dan para petani lebih sering menggunakan pupuk kimia dibandingkan pupuk dengan pupuk organik.