Skripsi
Peningkatan keterampilan penggunaan peralatan kantor dalam kegiatan administrasi melalui role playing pada peserta didik kelas X OTKP-2 SMK Negeri 1 Pasuruan / Ria Nur Aini
Abstrak
RINGKASAN Aini R. N. 2019. Peningkatan Keterampilan Penggunaan Peralatan Kantor dalam Kegiatan Administrasi melalui Role Playing pada Peserta Didik Kelas X OTKP-2 SMK Negeri 1 Pasuruan. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Heny Kusdiyanti S.Pd. M.M. Kata kunci Peningkatan psikomotorik role playing mata pelajaran administrasi umum Mata pelajaran Administrasi Umum merupakan salah satu mata pelajaran pada bidang keahlian Bisnis dan Manajemen dengan tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi yaitu (1) aspek kompetensi sikap spiritual (2) sikap sosial (3) pengetahuan dan (4) keterampilan. Untuk mencapai keempat aspek tersebut maka diperlukan peningkatan keterampilan pembelajaran yang mampu mengukur tingkat ketercapaian indikator pembelajaran dan mengumpulkan informasi perkembangan belajar peserta didik. Esensi Role Playing adalah keterlibatan partisipan dan peneliti dalam situasi permasalahan dan adanya keinginan untuk memunculkan resolusi damai serta memahami apa yang dihasilkan dari keterlibatan langsung (Shaftel dalam Huda 2013). Role playing berfungsi untuk (1) mengeksplorasi perasaan peserta didik (2) mentransfer dan mewujudkan pandangan mengenai perilaku nilai dan persepsi peserta didik (3) mengembangkan skill pemecahan masalah dan (4) mengeksplorasi materi pelajaran dengan cara yang berbeda. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berparadigma Partisipatori (Advokasi) dengan jenis penelitian tindakan kelas yang memperoleh dan mengolah informasi dari informan/ responden yaitu pendidik mata pelajaran Administrasi Umum dan peserta didik kelas X OTKP-2 SMK Negeri 1 Pasuruan. Melalui 3P (Person Place dan Paper) sebagai sumber data peneliti melaksanakan prosedur penelitian berupa observasi wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik Flow Model (Model Alir). Hasil data yang diperoleh diantaranya ialah hasil penilaian ketuntasan belajar individu (KBI) dan ketuntasan belajar klasikal (KBK) yang didasarkan pada rubrik penilaian yang berisi lembar penilaian observasi komponen lembar observasi dan pedoman penilaian psikomotorik dengan hasil akhir berupa penilaian ketuntasan aktivitas pendidik sebesar 82% dengan kriteria keberhasilan baik pada siklus I dan meningkat menuju 90% dengan kriteria keberhasilan sangat baik. Kriteria Keberhasilan tindakan meningkat dari ketuntasan belajar klasikal sebesar 42% dengan kriteria keberhasilan gagal pada siklus I menuju 86% dengan kriteria keberhasilan baik. Dengan demikian tindakan pada siklus II telah dinyatakan berhasil.