Skripsi
Analisis perbandingan metode pelaksanaan bekisting konvensional dengan bekisting kumkang ditinjau dari segi biaya dan waktu (studi kasus proyek Grand Dharmahusada Lagoon Surabaya) / Ahmad Kholil
Abstrak
iv ABSTRAK Kholil Ahmad. 2019. Analisis Perbandingan Metode Pelaksanaan Bekisting Konvensional dengan Bekisting Kumkang Ditinjau dari Segi Biaya dan Waktu (Studi Kasus Proyek Grand Dharmahusada Lagoon Surabaya). Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Made Wena M.Pd. M.T (II) Drs. H. Suparno S.T. M.T Kata Kunci bekisting konvensional Kumkang waktu biaya Struktur gedung bertingkat umumnya menggunakan bahan dari campuran beton yang dicor di tempat (cast in situ). Saat ini dalam dunia konstruksi banyak mengalami perkembangan maupun inovasi salah satu yang memiliki inovasi baru adalah pekerjaan bekisting. Bekisting merupakan cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan desain. Berbagai macam material dengan mutu lebih baik sudah mulai digunakan khususnya untuk material bekisting pada proyek gedung bertingkat. Pemilihan sistem bekisting untuk membangun struktur beton yang dicor ditempat merupakan suatu keputusan yang kritis karena akan mempengaruhi jadwal dan biaya konstruksi. Untuk itu diperlukan analisis terhadap metode pelaksanaan bekisting yang digunakan dan pengaruhnya terhadap biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan bekisting konvensional dan bekisting Kumkang serta mengetahui metode pelaksanaan yang lebih menguntungkan antara bekisting konvensional dan bekisting Kumkang ditinjau dari segi biaya dan waktu dengan studi kasus pada proyek pembangunan Apartement Grand Dharmahusada Lagoon Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif komparatif. Data yang dibutuhkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer antara lain hasil wawancara dan observasi. Data sekunder berupa RAB dan time schedule. Teknik pengumpulan data didengan observasi ke lokasi proyek wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif. Berdasarkan hasil analisis metode pelaksanaan bekisting konvensional dan bekisting Kumkang ditinjau dari segi biaya dan waktu dapat disimpulkan (1) Metode pelaksanaan bekisting konvensional dimulai dengan melakukan setting scaffolding dilanjutkan dengan pemasangan material barupa kayu dan multipleks pemasangan dilakukan secara bertahap yakni bekisting kolom dan shearwall terlebih dahulu kemudian bekisting balok dan bekisting pelat. (2) Metode pelaksanaan bekisting Kumkang dimulai setelah proses pembesian selesai. Semua modul bekisting dipasang secara bersama (kolom balok pelat dan shearwall) karena terdiri dari panel-panel maka setiap panel hanya perlu dikunci dengan panel lainnya. (3) Metode pelaksanaan bekisting Kumkang lebih menguntungkan dibanding bekisting konvensional dari segi biaya dengan selisih biaya sebesar 192.860.841 01 rupiah. (4) Metode pelaksanaan bekisting Kumkang lebih menguntungkan dari bekisting konvensional dari segi waktu dengan selisih waktu pemasangan selama 5 35 jam dan selisih waktu pembongkaran selama 6 63 jam. Penggunaan bekisting dengan sistem pabrikasi mutlak diperlukan pada suatu proyek dengan skala besar (high rise building) karena mempunyai pemakaian ulang yang tinggi dan akan menghemat biaya yang sangat signifikan serta akan lebih menghemat waktu pemasangan dan pembongkaran dengan jumlah pekerja yang sedikit.