Skripsi
Pengaruh teknik pemadatan terhadap kuat lentur balok beton gradadi / Desy Purnamasari
Abstrak
RINGKASAN Purnamasari Desy. 2019. Pengaruh Tekik Pemadatan terhadap Kuat Lentur Balok Beton Gradasi. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. B. Sri Umniati M.T (II) M. Mirza Abdillah Pratama S.T. M.T Kata Kunci balok beton bertulang beton gradasi teknik pemadatan momen lentur lendutan Balok beton gradasi merupakan salah satu inovasi terkini yang pada prinsipnya adalah mengoptimalkan suatu struktur balok beton bertulang dengan cara menciptakan gradasi mutu beton secara vertikal pada satu benda uji untuk mengurangi penggunaan semen. Sejauh ini Standard Operational Procedure (SOP) teknik pencetakan balok beton gradasi masih belum ada karena tergolong baru. Pencetakan gradasi pada balok beton gradasi dilakukan dengan perbandingan mutu 1 1 atau beton dengan mutu yang lebih tinggi 30 MPa setinggi h balok dan sisanya beton mutu lebih rendah 25 MPa dicetak diatas beton 30 MPa dinggga penuh. Dalam penelitian ini dilakukan komparasi antara 4 (empat) variasi teknik pemadatan. Empat variasi teknik pemadatan tersebut yaitu 1) tanpa pemadatan atau tanpa melakukan pemadatan apapun pada daerah zona transisi balok beton gradasi. 2) vibrasi akhir atau hanya melakukan penggetaran menggunakan vibrator saat semua beton sudah masuk keadalam bekisting. 3) vibrasi bertahap atau penggetaran di setiap layernya. 4) dan tamping bertahap atau merojok beton disetiap layernya. Masing-masing dari variasi teknik pemadatan terdapat 2 sampel sehingga total benda uji balok beton gradasi berjumlah 8. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kuat lentur sehingga akan dibandingkan momen lentur lendutan maksimum grafik hubungan beban-defleksi dan kelebihan kekurangan masing-masing balok beton gradasi. Hasil dari penelitian ini ditentukan teknik pemadatan terpilih agar selanjutnya menjadi acuan untuk memadatkan balok beton gradasi. Balok beton gradasi dengan kuat lentur terbesar dihasilkan oleh teknik pemadatan vibrasi akhir sebesar 28.14 kN.mm selanjutnya oleh tamping bertahap sebesar 27.17 kN.mm tanpa pemdatan sebesar 26.94 kN.mm dan terakhir vibrasi bertahap sebesar 25.92 kN.mm. Secara statistik angka probalilitas 0.17 945 0.05 sehingga dalam penelitian ini masing-masing teknik pemadatan balok beton gradasi tidak memberikan perbedaan kuat lentur yang signifikan.