Skripsi
Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlndungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Malang dalam menanggulangi kekerasan pada perempuan dalam rumah tangga / Luluk Wijayanti Kusumaningrum
Abstrak
i ABSTRAK Kusumaningrum Luluk Wijayanti. Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Dalam Menanggulangi Kekerasan Pada Perempuan Dalam Rumah Tangga. Skripsi Jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Anggaunitakiranantika M.Sosio. Kata Kunci Perempuan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) DP3AP2KB Tindak kekerasan telah menjadi fenomena dalam masyarakat di Indonesia. Kekerasan terjadi bukan saja dalam ranah publik namun juga marak terjadi dalam ranah domestik yang yang berupa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kota Malang merupakan salah satu wilayah dengan tindak kekerasan perempuan yang semakin meningkat. Sulitnya mengungkap kasus KDRT karena rumah tangga diangap sebagai sebuah lembaga sakral yang tidak boleh dimasuki oleh pihak lain. Dalam penanganan tindak KDRT diperlukan instansi pemerintah salah satunya ialah Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Rumusan dalam penelitian ini ialah (1) Bagaimana identifikasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap perempuan di Kota Malang yang dilaporkan korban kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Malang (2) Bagaimana usaha yang telah dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Malang dalam penanggulangan kekerasan yang dialami perempuan dalam rumah tangga serta pendukung dan kendala dalam melakukan usaha tersebut. Dalam penulisan tugas akhir ini penelitian dilakukan di DP3AP2KB Kota Malang dengan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis data primer dan sekunder metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dokumentasi serta observasi. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui penyebab KDRT bentuk perlindungan serta kendala-kendala yang dihadapi pihak DP3AP2KB Kota Malang dalam implementasi perlindungan bagi perempuan dalam memperoleh keadilan. Untuk itu peneliti mengambil lokasi penelitian di DP3AP2KB Kota Malang sebagai salah satu instansi pemeintah yang memberikan jaminan bagi perempuan untuk mendapatkan keadilan. Adapun hasil penelitian penulis ditemukan bahwa (1) KDRT terjadi karena budaya patriarki yang masih diadopsi oleh masyarakat dimana mereka mengistimewakan laki-laki dan menganggap perempuan selalu lebih rendah. Penyebab KDRT adalah faktor ekonomi ketidakharmonisan dalam rumah tangga kurangnya komunikasi dan cemburu yang berlebihan. Sedangkan bentuk KDRT berupa fisik psikis kekerasan seksual serta penelantaran rumah tangga. (2) Usaha yang telah dilakukan oleh DP3AP2KB Kota Malang dalam menangani KDRT dilakukan mulai dari upaya pencegahan pelayanan hingga pemulihan. Namun pemulihan serta penanganan yang diberikan belum optimal karena belum ada peninjauan ulang bagi korban KDRT yang pernah melaporkan kasus serta tidak ada pekerja sosial yang dapat membantu dalam penggalian permasalahan korban. Selain itu DP3AP2KB Kota Malang juga mengalami kendala yaitu korban yang tidak tuntas melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya hal tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran dari keluarga serta para istri takut akan kehilangan tulang punggung keluarganya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu masih banyak warga masyarakat Kota Malang yang masih beranggapan bahwa ketegangan dalam rumah tangga yang disertai tindak kekerasan merupakan hal yang wajar dalam setiap kehidupan berumah tangga. Adapun mengenai usaha yang dilakukan oleh DP3AP2KB Kota Malang dalam menanggulangi KDRT dilakukan mulai dari hal paling dasar yakni melalui sosialisasi. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar masyarakat secara luas mempunyai pengetahuan mengenai KDRT.