Tugas Akhir
Kinerja Marshall Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan menggunakan variasi kadar filler kapur padam / Alifah Widya Rochmah
Abstrak
iii ABSTRAK Rochmah Alifah Widya. 2019. Kinerja Marshall Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) Dengan Menggunakan Variasi Kadar Filler Kapur Padam. Proyek Akhir Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing Drs. Boedi Rahardjo M.Pd. M.T. Kata Kunci Kinerja Marshall Asphalt Concrete Wearing Course filler Kapur Padam Lapis AC-WC sering terjadi kerusakan diakibatkan oleh kontak langsung lapisan dengan tekanan roda kendaraan beban kendaraan berlebih sinar matahari atau cuaca dan air atau hujan. Kerusakan yang sering terjadi adalah pengelupasan pengausan bleeding retak-retak (cracking) bahkan deformasi lapis AC-WC. Oleh karena itu dilakukan uji coba dengan mengganti material filler berupa kapur padam dengan harapan untuk memperkuat struktur lapis AC-WC. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun campuran AC-WC dan mendeskripsikan kinerja marshall campuran AC-WC dengan variasi kadar filler 6 5% dan 0% (nonfiller) antara lain yaitu Stabilitas Flow Marshall Quotient VMA VIM dan VFA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan penyusun AC-WC dengan menggunakan filler kapur padam memiliki karakteristik fisik sebagai berikut (a) pengujian agregat kasar didapat nilai berat jenis bulk 2 67 berat jenis SSD 2 72 berat jenis semu 2.81 penyerapan dan keausan 26 56% sedangkan pengujian agregat halus mendapat hasil berat jenis berat jenis bulk 2 63 berat jenis SSD 2 70 dan berat jenis semu 2 82 dan penyerapan 2 57% berat jenis filler sebesar 2 58 nilai penetrasi aspal rata-rata 64 2 berat jenis 1 05 nilai daktilitas rata-rata 146 cm titik lembek aspal 48 3 C dan 48 7 C titik nyala 328 C dan titik bakar 338 C. (b) nilai stabilitas campuran AC-WC dengan variasi kadar filler kapur padam 6 5% lebih tinggi dibandingkan dengan nilai stabilitas campuran AC-WC dengan variasi kadar filler kapur padam 0% (nonfiller) nilai flow pada campuran AC-WC dengan kadar variasi filler kapur padam 0% (nonfiller) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai flow pada campuran AC-WC dengan kadar variasi filler 6 5% nilai MQ campuran AC-WC dengan variasi kadar filler kapur padam 6 5% lebih tinggi dibandingkan nilai MQ pada campuran AC-WC dengan kadar variasi filler kapur padam 0% (nonfiller) nilai VIM campuran AC-WC dengan variasi kadar filler 6 5% lebih tinggi daripada campuran AC-WC dengan variasi kadar filler 0% (nonfiller) nilai VMA campuran AC-WC dengan variasi kadar filler 0% (nonfiller) lebih rendah dibanding nilai VMA campuran AC-WC dengan variasi kadar filler 6 5% dan nilai VFA campuran AC-WC dengan variasi kadar filler kapur padam 6 5% lebih kecil dibandingkan campuran AC-WC dengan variasi kadar filler 0% (nonfiller). Dari hasil data yang didapatkan menunjukan bahwa campuran AC-WC dengan variasi kadar filler kapur padam 6 5% lebih kaku tetapi elastis tidak mudah bleeding tetapi muda mengalami kelelehan dibanding dengan campuran AC-WC dengan variasi kadar filler kapur padam 0% (nonfiller).