Skripsi
Transformasi hujan debit daerah aliran sungai Ngotok dengan pembagian sub catchment area menggunakan model HEC HMS / Alifudin
Abstrak
vi RINGKASAN Alifudin. 2019. Tranformasi Hujan Debit Daerah Aliran Sungai Ngotok dengan Pembagian Sub Catchment Area Menggunakan Model HEC HMS. Program Studi S1 Teknik Sipil. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Eko Suwarno M.Pd (II) Gilang Idfi S.T. M.T. Kata Kunci HEC HMS Metode SCS Sub Catchment Area Tranformasi hujan debit merupakan pemodelan banjir pada suatu daerah aliran sungai (DAS). Penelitian ini dilakukan pada DAS Ngotok yang secara adminitratif melewati kabupaten Jombang kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. Letak Secara geografis terletak pada 07 778 26 39 sampai dengan 07 778 32 19 Lintang Selatan serta 112 778 15 47 sampai dengan 112 778 25 38 Bujur Timur dengan luas wilayah sebesar 722 km2. Hampir setiap tahun pada aliran DAS Ngotok sering terjadi banjir dengan pemodelan banjir yang benar diharapkan perencanaan bangunan air dapat meminimalisir banjir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) mendapatkan formasi sub-sub DAS yang sesuai dengan kondisi DAS Ngotok (2) mengetahui tinggi hujan rata-tata daerah yang turun di masing-masing sub DAS Ngotok (3) mengetahui hasil pemodelan transformasi hujan debit DAS Ngotok sesuai dengan parameter-parameter yang telah ditetapkan (4) mengetahui keandalan model transformasi hujan debit pada DAS Ngotok melalui kalibrasi hasil pemodelan dengan data lapangan Pemodelan banjir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pembagian sub catchment area bedasarkan kondisi topografi DAS dengan menggunakan metode SCS (Soil Conservation Service) menggunakan software HEC HMS. Dengan pembagian DAS menjadi sub sub DAS menjadikan hasil pemodelan mendekati kondisi dilapangan. Hasil pembagian sub catchment area DAS Ngotok mengahasilkan 5 sub DAS. Dari hasil perhitungan analisa curah hujan didapatkan curah hujan daerah untuk masing-masing sub DAS mengahasilkan untuk sub DAS 1 sebesar 68 4 mm sub DAS 2 sebesar 65 8 mm sub DAS 3 sebesar 65 05 mm sub DAS 4 sebesar 70 05 mm dan sub DAS 5 sebesar 68 4 mm. Dari hasil pemodelan didapatkan hidrograf dengan debit puncak kala ulang 2 tahun sebesar 246 9 m3/s kala ulang 5 tahun sebesar 350 7 m3/s kala ulang 10 tahun sebesar 410 2 m3/s kala ulang 25 tahun sebesar 476 2 m3/s kala ulang 50 tahun sebesar 523 m3/s kala ulang 100 tahun sebesar 572 9 m3/s dan kala ulang 200 tahun sebesar 616 7 m3/s. Hasil kalibrasi dari data AWLR Karobelah di sungai Gunting yang dimodelkan sebagai sub DAS 3 menghasilkan 2 debit puncak pada tahun 2012 dan 2016 memiliki debit puncak mendekati dengan hasil pemodelan kala ulang 5 tahun. Pada tahun 2015 debit puncak mendekati dengan hasil pemodelan 2 tahun. Sedangkan debit puncak pada tahun 2014 mendekati dengan hasil peodelan kala ulang 25 tahun. Kalibrasi menggunakan rumus Nash didapatkan nilai EI sebesar 0 89 yang berarti hasil pemodelan termasuk kategori tingkat akurasi tinggi.