Skripsi
Pengaruh penggunaan terapi ABA (Applied Behavior Analysis) dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial kontak mata anak autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang / Yolanda Vianita
Abstrak
ABSTRAK Vianita Yolanda. 2019. Pengaruh Penggunaan Terapi ABA (Applied Behavior Analysis) dalam Meningkatkan Kemamampuan Interaksi Sosial Kontak Mata Anak Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno M.Si (II) Drs. Usep Kustiawan M.Sn. Kata kunci autis terapi ABA interaksi sosial kontak mata Autis merupakan gangguan perkembangan yang melibatkan berbagai perilaku mengalami hambatan termasuk diantaranya masalah interaksi sosial berkomunikasi dan masalah perilaku. Anak autis tidak mampu membangun interaksi sosial dengan orang lain sesuai dengan tugas psikologi perkembangannya. Secara umum dalam interaksi sosial anak autis mempunyai kegagalan dalam melakukan kontak mata dengan lawan bicaranya anak lebih senang menyendiri tidak dapat bermain secara timbal balik dengan orang lain oleh karena itu sangat diperlukan untuk meminimalisir hambatannya sehingga anak autis dapat melakukan interaksi sosial sesuai dengan tugas perkembangannya. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti menerapkan terapi ABA untu meningkatkan kemampuan interaksi sosial kontak mata anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan kemampuan interaksi sosial kontak mata anak autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang sebelum menggunakan terapi ABA (2) kemampuan interaksi sosial kontak mata siswa autis setelah menggunakan terapi ABA dan (3) pengaruh terapi ABA dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial kontak mata anak autis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Single Subject Research (SSR) model A B A . Subject penelitian adalah 1 siswa autis kelas 3 SD di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah daftar centang kemampuan interaksi kontak mata. Analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara nilai rata- rata kemampuan interaksi sosial kontak mata pada kondisi baseline 1( A1) sebesar 53 % dengan kondisi intervensi ( B) sebesar 77 12 % yang berarti kemampuan interaksi sosial kontak mata anak autis mengalami peningkatan dari rendah ke tinggi. Presentase overlap sebesar 0 % yang menunjukkan bahwa tidak terdapat data tumpang tindih sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif penggunaan terapi ABA terhadap peningkatan kemampuan interaksi sosial kontak mata anak autis.Saran yang diberikan kepada sekolah orangtua dan peneliti selanjutnya untuk menggunakan terapi ABA dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial kontak mata bagi anak autis dengan fokus dan berkelanjutan.