Skripsi
Tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi sektor garmen / Maryam
Abstrak
RINGKASAN Maryam. 2019. Tanggapan Pihak Industri Tentang Deskriptor Kompetensi Sektor Garmen. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Agus Hery Supadmi Irianti M.Pd . Pembimbing (II) Nurul Hidayati S.Pd. M.Sn Kata kunci Deskriptor Kompetensi Garmen Tanggapan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi sektor garmen. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 26 responden dari 13 industri garmen jadi satu industri dua responden. Validasi instrumen menggunakan validasi konstruk dengan dua validator yaitu ahli software dan ahli industri garmen. Hasil validasi instrumen dari ahli software adalah 90% dan hasil dari ahli industri garmen 91%. Dari hasil dua validator tersebut dinyatakan bahwasanya instrumen penelitian valid sehingga dapat dijadikan instumen pengambilan data. Pada penelitian ini terdapat satu variabel yaitu tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi sektor garmen. Disamping itu penelitian ini memiliki tiga indikator yaitu kemudahan menggunakan deskriptor kompetensi sektor garmen kesesuaian deskriptor kompetensi sektor garmen dan manfaat deskriptor kompetensi sektor garmen. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa secara keseluruhan tanggapan pihak industri tentang deskriptor kompetensi sektor garmen sangat baik dengan kontribusi tertinggi dari indikator manfaat deskriptor kompetensi sektor garmen dengan persentase 35% yang berarti deskriptor kompetensi sektor garmen bermanfaat bagi pihak industri untuk mendeskripsikan kompetensi mahasiswa praktik industri. Kontribusi kesesuaian deskriptor kompetensi sektor garmen dengan persentase 33% yang berarti deskriptor kompetensi sektor garmen sesuai dengan kompetensi mahasiswa yang dikerjakan selama praktik insudtri. Dan kontribusi kemudahan deskriptor kompetensi sektor garmen dengan persentase 32% yang berarti deskriptor kompetensi sektor garmen mudah digunakan dengan petunjuk penggunaan yang mudah dipahami. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa deskriptor kompetensi sektor garmen dapat melengkapi instrumen penilaian praktik industri dalam bentuk deskripsi kompetensi. Karena deskriptor kompetensi sektor garmen memudahkan pihak industri dalam mendeskripsikan kompetensi mahasiswa praktik industri dan memudahkan Universitas dalam mengisi surat keterangan pendamping ijazah. Saran untuk penelitian selanjutnya untuk menggunakan deskriptor kompetensi sektor garmen harus menstandarkan praktik industri dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)