Skripsi
Pengaruh metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas IV di SDLB Sumber Dharma Kota Malang / Lavifah Binti Rohmatul Ula
Abstrak
v ABSTRAK Ula Lavifah Binti Rohmatul. 2019. Pengaruh Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Kelas IV Di SDLB Sumber Dharma Kota Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno M.Si. (2) Dra. Sudarsini M.Pd. Kata Kunci Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar dalam pengenalan kata yang dijadikan sebagai dasar dalam tahap membaca lanjutan. Keterampilan membaca permulaan siswa tunagrahita dikaitkan dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan karakteristik siswa tunagrahita. Untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa tunagrahita yaitu dengan menerapkan metode SAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan sebelum dan setelah menerapkan Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) dan pengaruh Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) terhadap kemampuan membaca permulaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam bentuk rancangan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A-B. Prosedur A-B-A-B meliputi pengumpulan data target behavior pada kondisi baseline-1 (A1) hingga kondisi intervensi-2 (B2). Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDLB Sumber Dharma Kota Malang dengan subjek yang berinisial S. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan tes soal berupa membaca kalimat sederhana. Analisis data yang dilakukan berupa visual grafik dan dianalisis berdasarkan komponen-komponen setiap fase A-B-A-B. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) mean pada fase baseline-1 (A1) sebesar 48%. 2) Mean fase intervensi-1 (B1) mengalami peningkatan sebesar 65%. 3) Mean fase baseline-2 (A2) mengalami penurunan menjadi 58%. 4) Mean fase intervensi-2 (B2) meningkat mencapai 72% 5) Hasil data overlap fase baseline-1 (A1) ke fase intervensi-2 (B2) sebesar 0% yang berarti tidak terdapat tumpang tindih data intervensi ke fase baseline sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin kecil nilai persentase overlap maka semakin besar pengaruh intervensi yang terjadi pada subjek. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) memberikan pengaruh terhadap proses pembelajaran membaca permulaan siswa tunagrahita kelas IV SDLB Sumber Dharma Kota Malang sehingga saran kepada Kepala Sekolah guru dan peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode SAS sebagai salah satu metode yang sesuai dalam meningkatkan membaca permulaan siswa dan metode SAS dapat digunakan dalam materi menulis permulaan.