Skripsi
Analisis tingkat keausan pahat cermet akibat variasi parameter pada proses turning CNC bubut baja AISI 304 / Muhammad Rizky Setiawan
Abstrak
v RINGKASAN Setiawan Muhammad Rizky. 2019. Analisis Tingkat Keausan Pahat Cermet Akibat Variasi Parameter Pada Proses Turning CNC Bubut Baja AISI 304. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Imam Sudjono M.T. (II) Agus Suyetno S.Pd. M.Pd. Kata Kunci kecepatan putaran spindel gerak makan keausan pahat Kecepatan putaran spindel merupakan salah satu parameter yang penting dalam melakukan proses pembubutan. Kecepatan putaran spindel berhubungan erat dengan kecepatan potong. Selain kecepatan spindel gerak makan juga merupakan parameter yang perlu diperhatikan. Gerak makan adalah jarak yang ditempuh pahat dalam satu putaran benda kerja. Kecepatan putaran spindel dan gerak makan dapat mempengaruhi hasil benda kerja dan tingkat keausan yang terjadi pada pahat. Keausan pahat merupakan hilangnya material pahat akibat gesekan antara pahat dengan benda kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keausan pahat insert akibat variasi kecepatan putaran spindel dan gerak makan. Proses pembubutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses roughing dimana pahat yang digunakan dalam adalah pahat insert cermet CNMG 120404-MA merk Mitsubishi. Desain penelitian pada penelitian ini adalah pre experimental design. Selanjutnya teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dimana teknik ini mendeskripsikan data yang diperoleh dari pengukuran keausan yang terjadi pada pahat. Pada penelitian ini parameter yang divariasi adalah kecepatan putaran spindel dan gerak makan. Variasi kecepatan putaran spindel yang digunakan adalah 1900 rpm 2100 dan 2300 rpm. Sedangkan variasi gerak makan yang digunakan adalah 0.18 mm/rev 0.23 mm/rev dan 0.28 mm/rev. Dari hasil analisis diperoleh bahwa variasi kecepatan putaran spindel dan variasi gerak makan mempengaruhi tingkat keausan yang terjadi pada pahat. Keausan tertinggi terdapat pada kecepatan putaran spindel 1900 rpm dengan gerak makan 0.18 mm/rev sedangkan keausan terendah terdapat pada kecepatan putaran spindel 2100 rpm dengan gerak makan 0.23 mm/rev.