Tugas Akhir
Rancang bangun saluran transmisi dalam sistem tenaga listrik / Hamzah Surya Pratama
Abstrak
vi ABSTRAK Surya Pratama Hamzah 2019. Rancang Bangun Saluran Transmisi dalam Sistem Tenaga Listrik. Tugas Akhir Program Studi D3 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Arif Nur Affandi S.T. M.T. MIAEng MIEEE Ph.D. Kata Kunci Saluran Transmisi Rancang Bangun Daya Arus Tegangan. Saluran Transmisi merupakan suatu media yang digunakan untuk megirim energi listrik dari satu titik ke satu titik lain dalam suatu rangkaian listrik. Saluran transmisi dapat berupa kabel koaxial akbel sejajar/twinlead bumbung gelombang optik dan sebagainya. Saluran Transmisi berfungsi menyalurkan tenaga listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban melalui saluran transmisi. Agar rugi-rugi energi listrik (losses) berkurang maka energi listrik tersebut ditransmisikan dengan saluran transmisi tegangan tinggi (150 kV) maupun tegangan ekstra tinggi (500 kV). Untuk itu sebelum ditransmisikan tegangan listrik terlebih dahulu dinaikkan pada trafo penaik tegangan (step-up transformer). Parameter Saluran Transmisi ada empat yaitu (1) Induktansi (2) Resistansi (3) Kapasitansi dan (4) Konduktansi. Pada pembuatan Rancang Bangun Saluran Transmisi dalam Sistem Tenaga Listrik ini dirancang dengan menerapkan spesifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Pada kondisi yang sebenarnya tegangan yang diterapkan adalah 500 kV akan tetapi pada alat ini digunakan tegangan 500 V. Parameter yang digunakan pada alat ini yaitu resistor dan induktor. Saluran transmisi memiliki tiga jenis saluran yaitu saluran pendek (80 km) saluran menengah (80 250 km) dan saluran panjang (lebih dari 250 km). Resistor jenis rheostat digunakan ntuk mempresentasikan panjang tiap saluran. Metode pengujian dilakukan dengan cara menjalankan sistem sesuai fungsi kerja dari setiap jenis saluran transmisi kemudian menghubungkannya ke beban pada pengujian ini. Hasil dari pengujian yang dilakukan adalah arus dan tegangan. Dari arus dan tegangan yang didapatkan maka dapat dihitung daya dan losses dari setiap fasa. Hasil data yang didapatkan dari setiap saluran berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh pengaturan pada rheostat.