Skripsi
Pengembangan asesmen formatif berbasis guided discovery learning untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan konsep pada materi ekosistem kelas X SMAN 02 Batu / Dhanial Fahira Yasmin
Abstrak
RINGKASAN Yasmin Dhanial Fahira. 2019. Pengembangan Asesmen Formatif Berbasis Guided Discovery Learning Untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif dan Penguasaan Konsep Pada Materi Ekosistem Kelas X SMAN 02 Batu.Skripsi.Jurusan Biologi.Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Murni Saptasari M.Si. (2) Dr. Fatchur Rohman M.Si Kata Kunci asesmen formatif guided discovery learning berpikir kreatif penguasaan konsep Asesmen formatif adalah penilaian yang dilakukan untuk mendapatkan umpan balik (feedback) dan umpan maju (feedforward) dari proses pembelajaran asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran. Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMAN 02 Batu menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa cenderung rendah terutama pada indikator berpikir kreatif keingintahuan/curiosity dan kesesuaian/flexibility. Terdapat beberapa kendala yang ditemui oleh guru dalam mengembangkan penilaian untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa salah satunya adalah tidak memiliki format penilaian untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan adanya kendala waktu. Guru juga belum memahami bagaimana cara mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa yang baik dan benar. Bentuk soal pada penilaian paper and pencil test sudah mencakup tingkatan C1 sampai C4 akan tetapi belum dikembangkan sampai pada tingkatan C5 dan C6 sehingga pertanyaan belum mengasah penguasaan konsep siswa secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan kepraktisan dan keefektifan produk asesmen formatif yang dikembangkan.Penelitian dan pengembangan yang dilakukan menggunakan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahapan yaitu 1) Analysis 2)Design 3)Develop 4)Implement dan 5)Evaluate. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini terdiri dari perangkat pembelajaran (RPP dan LKPD) instrumen penilaian praktikum instrumen penilaian charta dan instrumen tes formatif.Produk divalidasi oleh ahli asesmen ahli materi dan ahli lapangan sebelum diimplementasikan. Uji coba yang dilakukan yaitu uji coba skala kecil pada 30 siswa dan uji coba skala besar pada 108 siswa X MIPA di SMAN 02 Batu dengan menggunakan model pembelajaran guided discovery learning. Data pada penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari perhitungan hasil validasi dan respon pengguna yang dikonversikan kedalam angka berupa hasil observasi keterlaksaan RPP observasi praktikum penilaian charta dan nilai tes formatif siswa sedangkan data kualitatif berupa saran yang diberikan oleh validator dan pengguna asesmen formatif yang dikembangkan. Hasil implementasi produk asesmen formatif menunjukkan bahwa keterlaksaan RPP memperoleh skor 3 6 ( sangat baik). Hasil tes kognitif siswa dari ketiga kelas adalah 3 1 (sangat baik) dengan nilai tertinggi 93 3 sedangkan nilai terendah 46 67.Hasil obervasi penilaian praktikum dari ketiga kelas menunjukkan 56 67% termasuk kriteria sangat baik dan 43 33% termasuk kriteria baik.Hasil observasi penilaian charta dari ketiga kelas menunjukkan 84 2% termasuk kategori sangat baik dan 15 74% termasuk dalam kategori baik. Hasil analisis butir soal i menunjukkan bahwa soal memiliki realibilitas tinggi tingkat kesukaran mudah sebanyak 47% dan sedang sebanyak 53% dengan daya beda baik sebanyak 80% dan baik sekali sebanyak 20%. Kesimpulan penelitian adalah asesmen formatif yang dikembangkan layak praktis dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Asesmen formatif yang dikembangkan memiliki indikator kemampuan berpikir kreatif sehingga dapat mengukur kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan konsep siswa. ii