Skripsi
Pengaruh strategi pembelajaran metakognitif Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-up (PDCA) terhadap pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Turen pada materi asam basa / Mauliana Nur Safitri
Abstrak
i RINGKASAN Safitri Mauliana. 2019. Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif Preparing Doing Checking Assessing and Following-Up (PDCA) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI MIPA SMAN 1 Turen pada Materi Asam Basa. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Parlan M.Si. (2) Oktavia Sulistina S.Pd. M.Pd. Kata Kunci strategi metakognitif PDCA pengetahuan metakognitif prestasi belajar asam basa Proses belajar yang dilakukan siswa dalam memahami materi asam basa secara utuh dan sistematis tidak akan lepas dari kemampuan metakognif yang dimiliki. Siswa yang memiliki pengetahuan metakognitif tinggi akan memiliki pemahaman yang mendalam mengenai suatu materi serta memiliki penguasaan yang baik dalam mengolah pengetahuannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi pembelajaran metakognitif PDCA berpengaruh terhadap pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimental semu dengan pretest-posttest control group design. Teknik penentuan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 6 sebagai kelas kontrol di SMAN 1 Turen. Data hasil penelitian meliputi data tes kemampuan awal hasil belajar dan pengetahuan metakognitif siswa. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis (uji-t uji Mann Whitney uji Wilxocon Sign Rank) dan uji korelasi (Product-moment dan Spearman). Instrumen yang digunakan terdiri dari 9 butir soal kognitif yang dilengkapi dengan tes pengetahuan metakognitif mempunyai reliabilitas sangat tinggi yakni 0 892 serta angket MAI yang mempunyai reliabilitas sangat tinggi yakni sebesar 0 900. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran metakognitif PDCA berpengaruh terhadap pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat hasil uji hipotesis yang memiliki nilai signifikansi kurang dari 0 05 serta kombinasi dari dua parameter (d-effect size dan rerata N-Gain) dimana hasil d-effect size masuk dalam kriteria tinggi (3 09) dan rerata N-Gain termasuk dalam kriteria sedang (0 56). Nilai rata-rata keterlaksanaan kegiatan pembelajaran dari pertemuan pertama hingga pertemuan keempat pada kelas SM-PDCA dan kelas EP berturut-turut sebesar 90 39% dan 94 98% dengan kategori sangat baik. Rata-rata persentase tingkat pengetahuan metakognitif pada kelas SM-PDCA menunjukkan bahwa sebesar 70% siswa memiliki tingkat pengetahuan metakognitif sedang 19 33% dalam kategori tinggi dan 10 33% dalam kategori rendah. Pada kelas EP tingkat pengetahuan metakognitif sedang sebesar 72% pada tingkat tinggi sebesar 8 33% dan pada tingkat rendah sebesar 19 33%. Penelitian pada uji korelasi antar variabel menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara prestasi belajar dengan pengetahuan metakognitif siswa begitu juga dengan pengetahuan deklaratif pengetahuan prosedural dan pengetahuan kondisional. Namun pada MAI tidak terdapat hubungan antara hasil MAI terhadap prestasi belajar siswa.