UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Analisa pengaruh kecepatan putaran dan tekanan minyak sawit pada mist cooling proses frais (milling) baja ST60 terhadap keausan pahat high speed steel / Kevin Valiant Cahya

Cahya, Kevin Valiant - Nama Orang;

Abstrak
vi RINGKASAN Cahya Kevin. 2019. Analisa Pengaruh Kecepatan Putaran Spindel dan Tekanan Minyak Sawit Pada Mist Cooling Proses Frais (Milling) Baja St60 Terhadap Keausan Pahat High Speed Steel. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Aminnudin S.T. M.T. (II) Yanuar Rohmat Aji Pradana S.T. M.Sc. Kata Kunci frais putaran spindel tekanan mist cooling minyak sawit keausan pahat. Sektor manufaktur menjadi kontributor terbesar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional tercatat di angka 19 83 % pada triwulan II-2018. Sektor manufaktur yang berperan penting yaitu proses permesinan frais (milling). Salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari setiap proses pemesinan adalah timbulnya keausan pahat setelah dilakukan proses pemotongan. Keausan sendiri timbul karena adanya gesekan antara geram dengan pahat dan antara pahat dengan benda kerja. Parameter proses permesinan frais memiliki peran penting dalam terhadap keausan pahat sehingga diperlukan pengaturan parameter pemotongan dan penambahan cairan pendingin. Mist cooling merupakan salah satu teknik pendinginan pada proses permesinan konvensional. Teknik mist cooling dengan cairan minyak sawit (palm oil) merupakan proses pendinginan yang ramah lingkungan karena tidak berbahaya bagi operator mesin. Oleh karena itu metode mist cooling diterapkan dengan variasi putaran spindel dan tekanan pendingin pada proses frais baja St60 kemudian dianalisa pengaruhnya terhadap pahat high speed steel. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan variabel bebas yang digunakan yaitu putaran spindel sebesar 360 490 dan 720 rpm serta tekanan mist cooling sebesar 0 5 1 5 dan 2 5 bar. Besarnya tingkat keausan pahat diukur menggunakan mikroskop optik dengan perbandingan sisi pahat (flank side) sebelum dan sesudah proses permesinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan putaran spindel berakibat pada peningkatan keausan pahat hal ini terjadi karena peningkatan gesekan yang terjadi antara benda kerja terhadap sisi tepi pahat (flank side) pada putaran spindel yang lebih tinggi. Di samping itu terjadi penurunan keausan pahat menggunakan tekanan mist cooling yang lebih tinggi hingga 0 187 mm pada tekanan 1 5 bar. Namun tingkat keausan pahat mengalami peningkatan pada tekanan 2 5 bar sebesar 0 230 mm sehingga menunjukkan bahwa tekanan yang paling optimum untuk digunakan sebagai pendinginan yaitu 1 5 bar. Kondisi ini terjadi dikarenakan kurangnya jumlah minyak yang masuk ke dalam daerah pemotongan selama proses frais pada tekanan yang lebih tinggi dan proses pelumasan didominasi oleh tekanan udara.


Informasi Detail
DDC
Rs 621.91 CAH a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Teknik Mesin, 2019.
Deskripsi Fisik
xv, 62 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03373/KI/19
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2019
Subjek
1. MESIN FRAIS
2. MILLING MACHINE

Pembimbing
1. Aminnudin; 2. Yanuar Rohmat
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik