UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Proses berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan gaya kognitif / Fauziyyah Alimuddin

Alimuddin, Fauziyyah - Nama Orang;

Abstrak
vi RINGKASAN Alimuddin Fauziyyah. 2019. Proses Berpikir Kreatif dalam Pemecahan Masalah Matematika berdasarkan Gaya Kognitif. Tesis. Program Studi S2 Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pembimbing (I) Drs. Tjang Daniel Chandra M.Si Ph.D (II) Dr. Rustanto Rahardi M.Si. Kata kunci kreativitas proses berpikir kreatif gaya kognitif Pendeskripsian proses berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah matematika merupakan tujuan dari penelitian ini. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Kota Malang. Peneliti memberikan tes berupa GEFT untuk menggolongkan siswa ke dalam gaya kognitif field independent atau field dependent kemudian selanjutnya siswa diberi Tes Pemecahan Masalah Kreatif (TPMK) berkaitan dengan materi segiempat. Siswa diminta untuk mengerjakan tes secara individu dan diminta untuk menceritakan proses berpikirnya melalui wawancara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berjenis deskriptif-eksploratif. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa pada lembar jawaban terdapat beberapa siswa field independent dan field dependent yang mampu memerikan jawaban yang kreatif. Kemudian dua siswa field independent dan dua siswa field dependent diwawancarai untuk melihat proses berpikir kreatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik siswa field independent maupun field dependent melalui empat tahapan proses berpikir kreatif yaitu (1) persiapan (2) inkubasi (3) iluminasi (4) Verifikasi. Berbeda dengan yang dialami siswa field dependent yang cenderung mengalami satu kali tahap inkubasi dalam satu proses pemecahan masalah siswa field independent bisa mengalami lebih dari satu kali tahap inkubasi. Siswa field independent dan field dependent sama-sama melibatkan pengalaman terdahulu dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Letak perbedaannya adalah siswa field independent mengingat pengalaman pemecahan masalah yang serupa dengan masalah yang sedang dihadapi dengan tujuan untuk mengingat pengetahuan-pengetahuan yang berpeluang untuk digunakan. Di sisi lain siswa field dependent mengingat pengalaman belajarnya yaitu hafalan rumus terkait tujuan pada masalah yang dihadapi. Dalam memecahkan masalah siswa field independent memilih untuk menggunakan konsep atau cara baru sedangkan siswa field dependent cenderung menggunakan konsep atau cara yang relevan dengan ingatan atau pengalaman belajarnya.


Informasi Detail
DDC
Rt 510.76 ALI p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2019.
Deskripsi Fisik
xv, 108 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03440/KI/19
Edisi
Tesis (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2019
Subjek
1. MATEMATIKA - PEMECAHAN MASALAH
2. MATHEMATICS - PROBLEM SOLVING

Pembimbing
1. Tjang Daniel Chandra; 2. Rustanto Rahardi
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik