Skripsi
Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga dengan kejadian tuberkulosis di Puskesmas Ngasem Kabupaten Bojonegoro / Ulfi Mukaromahtun Nikmah
Abstrak
RINGKASAN Nikmah Ulfi Mukaromahtun. 2019.Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga dengan Kejadian Tuberkulosis di Puskesmas Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.dr. Moch.Yunus M.Kes. (II) drg. Rara Warih Gayatri M.PH. Kata Kunci perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga tuberkulosis Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular karena bakteri Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan Profil Kesehatan Bojonegoro 2016 diperoleh data kasus BTA positif baru 922 kasus. Hal tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (2015) sebesar 857 kasus. Penemuan kasus TB dengan BTA positif di Puskesmas Ngasem merupakan terbanyak yaitu 77 kasus dari 36 puskesmas di Kabupaten Bojonegoro. Selain penyakit infeksius faktor risiko lain terkait TB dapat berupa faktor perilaku hidup sehat (makan bergizi dan seimbang istirahat yang cukup dan olahraga secara teratur). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga yaitu perilaku menggunakan air bersih mencuci tangan dengan air bersih dan sabun makan buah dan sayur aktivitas fisik setiap hari merokok dan menggunakan jamban sehat serta untuk mengetahui hubungan keenam variabel tersebut dengan kejadian Tuberkulosis di Puskesmas Nagsem. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei analitik observasional melalui cross sectional study. Pada penelitian ini menggunakan subjek penelitian pasien tuberkulosis bulan November 2018-Maret 2019 di Puskesmas Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan melakukan observasi langsung ke rumah responden. Hasil dari penelitian 42 responden diperoleh 22 penderita dengan BTA dan 20 penderita dengan BTA-. Sebanyak 30 penderita (70%) telah menggunakan air bersih sebanyak 20 penderita (45%) belum memiliki perilaku mencuci tangan sebanyak 18 penderita (43%) belum memiliki perilaku makan buah dan sayur sebanyak 20 penderita (48%) belum memiliki kebiasaan beraktivitas fisik sebanyak 41 penderita (98%) memiliki anggota keluarga yang merokok dan sebanyak 27 penderita (64%) belum memiliki jamban. Hasil uji chi square (x ) dengan 945 0 05 diperoleh hasil yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku menggunakan air bersih (p 1 000). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku mencuci tangan (p 0 036) makan buah dan sayur (p 0 027) aktivitas fisik setiap hari (p 0 032) perilaku merokok (p 0 027) dan menggunakan jamban (p 0 030) dengan kejadian tuberkulosis. Hasil analisis multivariat menggunakan uji regression logistic backward stepwise diperoleh hasil yaitu variabel yang paling berpengaruh adalah perilaku mencuci tangan (PR 22 16) menggunakan jamban sehat (PR 0 132) dan aktivitas fisik (olahraga) (PR 0 077).