Skripsi
Pengembangan modul administrasi umum berbasis learning cycle 5E untuk meningkatkan hasil belajar (studi pada peserta didik kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang) / Felinda Mustika Ramadhanti Putri Islamiah
Abstrak
RINGKASAN Islamiah Felinda Mustika Ramadhanti Putri. 2019. Pengembangan Modul Administrasi Umum Berbasis Learning Cycle 5E Untuk Meningkatkan Hasil Belajar (Studi Pada Peserta Didik Kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang). Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. I NyomanSuputra M.Si. Kata Kunci modul learning cycle 5E hasilbelajar Penelitian dan pengembangan ini bertujuan (1) Untuk menghasilkan bahan ajar berupa modul Administrasi Umum berbasis Learning Cycle 5E yang layak untuk peserta didik kelas X OTKP SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang (2) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan modul Administrasi Umum berbasis Learning Cycl e 5E dengan peserta didik yang tidak menggunakan modul Administrasi Umum berbasis Learning Cycle 5E. Model pengembangan yang digunakan adalah model procedural menurut Gall dkk yang mengakomodasi langkah-langkah penelitian dan pengembangan Dick and Carey yang telah disesuaikan dan dimodifikasi dengan kebutuhan penelitianyaitu (1) Analisis kebutuhan dan tujuan (2) Analisis instruksional (3) Analisis pembelajar dan konteks (4) Merumuskan tujuan performasi (5) Mengembangkan instrumen (6) Mengembangkan strategi instruksional (7) Mengembangkan dan memilih material instruksional (8) Merancang dan melakukan evaluasi formatif (9) Revisi instruksional. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh rata-rata hasil validasi dua ahli materi sebesar 85 22% dan ahli modul sebesar 93 18% dengan criteria sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi serta rata-rata hasil penilaian peserta didik uji coba kelompok kecil sebesar 91 53% dan peserta didik uji coba lapangan sebesar 87 38% sehingga modul dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran. Perbandingan rata-rata hasil belajar dari posttest peserta didik kelas eksperimen dan kelas control menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar perbandingan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 6 27% kelas eksperimen sebesar 83 50 sedangkan kelas control sebesar 77 23. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh standar deviasi kelas eksperimen 7 42 dan standar deviasi kelas kontrol 7 40. Standar deviasi kelas control lebih rendah daripada kelas eksperimen hal ini menggambarkan bahwa nilai peserta didik pada kelas kontrol lebih homogen. Analisis uji t menunjukkan bahwa nilai thitung ttabel(3.757 1.991) dengan probabilitas 0 05 maka Ho ditolak artinya ada perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa modul Administrasi Umum berbasis Learning Cycle 5E yang dikembangkan oleh peneliti dapat meningkatkan hasil belajar. Kajian dari produk penelitian pengembangan ini adalah (1) Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan modul Administrasi Umum berbasis Learning Cycle 5E untuk peserta didik kelas X Program Keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang dengan tingkat kelayakan modul secara keseluruhan berdasarkan hasil validasi dari ahli materi ahli modul dan uji coba kelompok kecil serta uji coba lapangan adalah sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik pada kelas control dan kelas eksperimen. Saran pemanfaatan bagi guru yaitu menggunakan modul sebagai bahan ajar pada saat akan melangsungkan pembelajaran pada materi Menerapkan Penggunaan Peralatan Kantor dalam Kegiatan Administrasi. Saran pemanfaatan bagi peserta didik yaitu menggunakan modul sebagai sumber belajar dan dapat digunakan ketika proses pembelajaran berlangsung atau ketika di luar kelas sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri. Saran pengembangan produk lebih lanjut yaitu melengkapi modul dengan menambahkan Kompetensi Dasar (KD) sebelum-sebelumnya dan diharapkan peneliti dapat mempelajari ilmu desain secara lebih mendalam agar peneliti memiliki kemampuan yang lebih luas dan dapat menciptakan karya berupa produk modul yang lebih menarik dan maksimal. .