Skripsi
Pengembangan objek wisata edukasi budidaya ternak kambing Etawa Senduro kelompok ternak Goatzila di Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang / Rifqi Hisyam Mahendra
Abstrak
RINGKASAN Hisyam Hendra Rifqi 2019. Pengembangan Objek Wisata Edukasi Budidaya Ternak Kambing Etawa Senduro Kelompok Ternak Goatzila Di Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Skripsi Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hadi Sumarsono S.T. M.Si Kata Kunci Community Based Tourism (CBT) Dampak Ekonomi Pariwisata Pariwisata Berkelanjutan Dalam pengembangan wisata edukasi budidaya ternak kambing etawa Senduro yang di kelola oleh kelompok ternak Goatzila dibutuhkan ide kreatif inovatif untuk mengembangkan potensi lokal yang ada di Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro. Dari sebuah kesederhanaan mengenai adanya potensi local yang hanya memiliki nilai yang rendah lambat laun kelompok ternak Goatzila menyadari mengenai kesempatan atau peluang untuk memanfaaatkan potensi local yang ada di Senduro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Dengan data yang digunakan adalah data wawancara langsung kepada pihak yang bersangkutan baik pengelola anggota masyarakat dan pemerintah daerah. Peneliti bertindak sebagai instrument dalam pengumpulan data dengan pengamatan lapangan secara langsung dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Untuk mengecek keabsahan data digunakan perpanjangan pengamatan peningkatan ketekunan triangulasi dan member check. Tiga teori yang digunakan tersebut berisikan mengenai aspek apa saja yang harus dipenuhi agar keberlanjutan kegiatan wisata berjalan dengan baik tanpa adanya masalah. Dari teori Community Based Tourisim (CBT) kelompok ini memberdayakan masyarakat sekitar dalam kelompok wisata ini pada segi penyedia bahan baku susu dikarenakan masyarakat sekitar menjual hasil susu kambing etawa ke kelompok Goatzila. Mengenai dampak pariwisata ini memiliki dampak yang cukup signifikan baik dari segi kesejahteraan pendapatan masyarakat juga dan keadaan desa di tempat wisata ini. Pariwisata berkelanjutan memiliki aspek ekologi sosial dan ekonomi ketiga aspek tersebut sudah terpenuhi oleh pihak wisatawan jadi dampak yang ditimbulkan dengan adanya wisata ini cenderung berdampak positif baik dari masyarakat dan daerah itu sendiri.