Skripsi
Penerapan model problem based learning dibandingkan dengan penerapan model probing prompting pengaruhnya terhadap kemandirian dan hasil belajar sistem komputer pada siswa kelas X SMK di SMK Negeri 2 Probolinggo / Ni Komang Shanti Wijayanti
Abstrak
ABSTRAK Wijayanti Ni Komang Shanti. 2019. Penerapan Model Problem Based Learning dibandingkan dengan Penerapan Model Probing Prompting Pengaruhnya Terhadap Kemandirian dan Hasil Belajar Sistem Komputer pada Siswa Kelas X SMK di SMK Negeri 2 Probolinggo. Skrispsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara M.Pd. (II) Harits Ar Rosyid S.T. M.T. Ph.D. Kata Kunci Problem Based Learning Probing Prompting Hasil belajar dan Kemandirian Model pembelajaran yang diterapkan di SMK Negeri 2 Probolinggo kurang efektif dalam menumbuhkan keaktifan dan kemandirian siswa. Model pembelajaran yang digunakan masih konvensional yang membuat peserta didik kurang mandiri dalam belajar dan memahami suatu mata pelajaran. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan Probing Prompting dengan memanfaatkan platform kahoot. Kahoot dipilih karena sarana dan prasarana sudah tersedia dengan baik serta untuk menunjang pembelajaran. Rancangan penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini siswa kelas X TKJ SMK Negeri 2 Probolinggo tahun pelajaran 2017/2018 pengambilan sampel dengan purposive sampling yaitu kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen A yaitu dengan diberikan perlakuan model Probing Prompting dan X TKJ 3 sebagai kelas eksperimen B diberikan perlakuan model Problem Based Learning. Variabel bebas yaitu metode pembelajaran dan variabel terikat yaitu hasil belajar dan kemandirian belajar. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Probing Prompting pada kelas X TKJ 2 memiliki rata-rata hasil belajar ranah pengetahuan lebih rendah daripada penerapan pembelajaran Problem Based Learning yaitu 71 5 77 5. Untuk hasil rata- rata hasil belajar ranah keterampilan pada kelas X TKJ 2 memiliki rata-rata lebih rendah dari kelas X TKJ3 yaitu 64 73. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning lebih berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar arsitektur komputer daripada dengan model pembelajaran Probing Prompting. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model Problem Based Learning dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran arsitektur komputer untuk meningkatkan kemandirian dan hasil belajar siswa.