Skripsi
Kategori dan peran semantis verba pada kalimat naskah berita pendidikan dalam media daring / Feby Indriani Arifin
Abstrak
RINGKASAN Arifin Feby Indriani. 2019. Kategori dan Peran Semantis Verba pada Kalimat Naskah Berita Pendidikan dalam Media Daring. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Anang Santoso M.Pd. Kata kunci kategori semantis peran semantis verba berita pendidikan Sebuah kalimat terdiri atas fungsi-fungsi sebagai unsurnya. Fungsi-fungsi tersebut adalah subjek predikat objek pelengkap dan keterangan. Untuk mengisi fungsi pada kalimat diperlukan kata yang merupakan kelas kata nomina verba ajektiva dan sebagainya. Verba merupakan penentu peran semantis sebuah kalimat dan penentu ketepatan berbahasa pula. Keselarasan dan ketepatan berbahasa tentunya juga berlaku pada proses penulisan teks berita. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) kategori semantis verba dan (2) peran semantis verba. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan kategori dan peran semantis verba dalam naskah berita media daring liputan6.com cnnindonesia.com dan sindonews.com. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Orientasi teoretis yang digunakan adalah analisis kalimat yang dikhususkan pada analisis kategori dan peran verba. Dalam mengumpulkan data prosedur yang digunakan adalah (1) mengakses berita pendidikan dari media daring dalam situs liputan6.com cnnindonesia.com dan sindonews.com (2) membaca secara keseluruhan isi berita pendidikan yang telah diperoleh (3) mengidentifikasi daya yang berupa verba pada setiap kalimat dengan memberi tanda dan (4) menglasifikasi data yang berupa verba tersebut berdasarkan kategori dan perannya. Setelah data terkumpul tahap selanjutnya adalah penyajian data pengecekan keabsahan data dan yang terakhir adalah penarikan kesimpulan. Dari 259 data verba yang diteliti diperoleh data kategori verba keadaan sebanyak 23 (8 9%) kata dengan rincian 8 kata verba keadaan milik 4 kata verba keadaan pengalaman 1 kata verba keadaan lokatif dan 10 kata verba keadaan objektif. Untuk verba aksi diperoleh sebanyak 208 (80 3%) kata dengan rincian 14 verba aksi benefaktif 21 verba aksi pengalaman 6 verba aksi lokatif dan 167 verba aksi objektif. Kategori yang ketiga yaitu verba proses diperoleh data sebanyak 28 (10 8%) kata dengan rincian 8 kata verba proses benefaktif 6 kata verba proses pengalaman dan 14 kata verba proses objektif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama verba keadaan yang memiliki 4 subkategori (1) verba keadaan milik yaitu verba yang menerangkan bahwa subjek memiliki memeroleh atau kehilangan sesuatu (2) verba keadaan pengalaman yaitu verba yang menerangkan keadaan kognitif atau emosi yang dialami subjek (3) verba keadaan lokatif yaitu verba yang keadaan subjek yang berada di suatu lokasi dan (4) verba keadaan objektif yaitu verba yang hanya menerangkan keadaan atau kondisi tertentu dari subjek atau objek. Kedua verba aksi yang juga memiliki 4 subkategori (1) verba aksi benefaktif yaitu verba yang menerangkan tindakan subjek pertama yang membuat subjek kedua memeroleh atau kehilangan sesuatu (2) verba aksi pengalaman yaitu verba yang menerangkan tindakan subjek pertama sehingga subjek kedua mengalami suatu pengalaman (3) verba aksi lokatif yaitu verba yang menerangkan tindakan yang dilakukan subjek sehingga membuat objek berubah lokasi dan (4) verba aksi objektif yaitu verba yang hanya menerangkan suatu tindakan yang dilakukan subjek dan disertai dengan objek. Ketiga verba proses yang dalam penelitian ini hanya ditemukan 3 subkategori yaitu (1) verba proses benefaktif yaitu verba yang menerangkan proses memeroleh atau kehilangan yang dialami subjek (2) verba proses pengalaman yaitu verba yang menerangkan perubahan psikologis yang dialami subjek dan (3) verba proses objektif yaitu verba yang menerangkan proses perubahan keadaan atau kejadian yang dialami subjek atau objek. Kemudian peran semantis verba yang diperoleh adalah (1) peran pengalam yang terdiri dari verba keadaan dan verba proses (2) peran pengalam-hasil yang terdiri dari verba keadaan milik dan verba proses benefaktif (3) peran pengalam-stimulus yang terdiri dari verba keadaan pengalaman dan verba proses pengalaman (4) peran pengalam-lokatif yang terdiri dari verba keadaan lokatif (5) peran agen yang terdiri dari verba aksi (6) peran pemengaruh yang juga terdiri dari verba aksi khususnya verba ujaran tampilan dan penciptaan (7) peran agen-penerima yang terdiri dari verba aksi benefaktif (8) peran agen-penderita yang terdiri dari verba aksi pengalaman dan (9) peran agen-lokatif yang terdiri dari verba aksi lokatif. Berdasarkan hasil penelitian dikemukakan dua saran. Pertama penelitian ini diharapkan dapat membantu peneliti lain dan juga disarankan untuk peneliti selanjutnya agar lebih fokus dan rinci dalam mengkategorikan verba. Kedua disarankan agar penulis berita lebih memperhatikan penggunaan verba atau kata kerja yang benar dan memperhatikan kesetaraannya dalam struktur kalimat karena berita bukan hanya sebagai sumber informasi tapi juga seringkali digunakan sebagai media belajar.