Skripsi
Analisis model percepatan daya saing industri kecil mebel di Kota Pasuruan / Mukhammad Nidhomulloh
Abstrak
RINGKASAN Nidhomulloh Mukhammad. 2019. Analisis Model Percepatan Daya Saing Industri Kecil Mebel Di Kota Pasuruan. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Nasikh S.E. M.P. M.Pd. Kata Kunci Percepatan Daya Saing Industri Mebel Bukir AHP (Analytical Hierarchy Process) Matriks Ge Mckinsey Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri mebel yang ada di Kota Pasuruan dan mebel Bukir ditetapkan menjadi salah satu produk unggulan yang ada di Kota Pasuruan. Sektor industri ini mempunyai potensi untuk dapat terus berkembang dan dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Persaingan antar industri dibutuhkan untuk memacu para pengusaha mebel dapat lebih berinovasi dan bersaing dalam menghasilkan produk yang berdaya saing dengan baik. Berkaitan dengan hal tersebut perlu adanya analisis daya saing industri mebel Bukir Kota Pasuruan untuk mengetahui posisi daya saing industri-industri mebel di Bukir. Dari diketahuinya posisi daya saing mebel Bukir tersebut dapat menyusun strategi-strategi prioritas yang tepat untuk percepatan daya saing dalam industri Bukir. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis daya saing mebel Bukir dan menerapkan strategi prioritas untuk model percepatan daya saing Industri Mebel Bukir Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 13 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data penelitian yang digunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi wawancara dan kuisioner. Analisis daya saing mebel Bukir menggunakan instrument dari matriks Ge Mckinsey yaitu Faktor daya tarik dan Faktor posisi industri. Metode AHP digunakan untuk mencari strategi prioritas alternatif dari faktor-faktor yang ada dalam matriks Ge Mckinsey untuk digunakan dalam model percepatan daya saing industri kecil mebel di Kota Pasuruan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut pertama posisi daya saing industri mebel Bukir terbanyak adalah di posisi sedang dengan 6 industri 2 daya saingnya menang dan 2 lainnya dengan daya saing rendah. Kedua prioritas alternatif keseluruhan strategi yang digunakan dalam model percepatan daya saing industri mebel Bukir Kota Pasuruan ialah pada urutan pertama jangkauan pemasaran dengan nilai 0 330 urutan kedua spesialisasi produk 0 241 ketiga legalisasi industri 0 165 keempat regulasi pemerintah 0 123 kelima biaya tenaga kerja 0 106 dan yang keenam adalah pemanfaatan limbah 0 035. Alternatif jangkauan pemasaran dianggap penting karena jika jangkauan pemasaran industri lebih luas maka dapat tinggi juga tingkat penjualan dan tetap bisa bersaing dalam memasarkan produknya meski pasar lokal dalam kondisi persaingan yang tinggi.