Skripsi
Hubungan riwayat penyakit, alat pelindung diri, pendidikan, dan umur dengan keluhan ISPA pada pekerja di kawasan industri mebel Kelurahan Bukir Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan / Muhammad Angga Nurrizqi
Abstrak
v RINGKASAN Nurrizqi Muhammad Angga. 2019. Hubungan Riwayat Penyakit APD Pendidikan dan Umur dengan Keluhan ISPA pada Pekerja Mebel di Kawasan Industri Mebel Kelurahan Bukir Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Hartati Eko Wardani M.Si.Med. (II) drg. Rara Warih Gayatri M.PH. Kata Kunci keluhan ISPA riwayat penyakit APD pendidikan umur Menurut data Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dari Dinas Kesehatan Kota Pasuruan tingkat kejadian ISPA di tahun 2017 mencapai 55.420 kasus dengan Kecamatan Gadingrejo sebagai penyumbang kejadian ISPA tertinggi 9708 kasus (Puskesmas Karang Ketug) dan 8828 kasus (Puskesmas Gadingrejo). Kecamatan Gadingrejo merupakan kawasan industri mebel yang pertumbuhanya sangat pesat Kelurahan Bukir merupakan daerah padat industri mebel dengan hampir setiap KK bermata pencaharian sebagai pengrajin mebel. Proses produksi mebel menghasilkan polusi debu kayu yang cukup berbahaya bagi pekerja yang secara langsung berinteraksi dengan polusi tersebut. Tentunya jika dibiarkan terus menerus tanpa adanya penanggulangan yang tepat maka dapat menyebabkan penyakit akibat kerja (PAK) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara riwayat penyakit APD pendidikan dan umur dengan keluhan ISPA pada pekerja di kawasan industri mebel Kelurahan Bukir Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan. Penelitian dilakukan dengan metode cross sectional dimana penelitian ini dilaksanakan pengumpulan data pada satu waktu periode. Teknik dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling dengan total sampel yang diambil sebanyak 53 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah di uji validasi dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan taraf signifikansi 0 05. Hasil penelitian ini yaitu didapatkan 2 variabel yang memiliki hubungan dengan keluhan ISPA pada pekerja yaitu penggunaan APD dan pendidikan. Sementara 4 variabel lainya yaitu riwayat penyakit frekuensi penggunaan APD kesesuaian APD dan umur tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan keluhan ISPA pada pekerja mebel. Dan didapatkan hasil variabel yang paling berpengaruh dengan keluhan ISPA adalah penggunaan APD dan pendidikan (OR 1 318) menunjukkan bahwa pekerja mebel yang tidak menggunakan APD dan pekerja dengan pendidikan rendah memiliki resiko 1 318 kali lebih besar untuk mengalami keluhan ISPA dibandingkan dengan pekerja yang menggunakan APD dan pekerja yang memiliki pendidikan menengah. Kesimpulanya terdapat hubungan antara penggunaan APD dan pendidikan dengan keluhan ISPA pada pekerja mebel di kawasan industri mebel Kelurahan Bukir Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan. Maka dari itu peneliti memberikan saran kepada seluruh pihak terkait bahwa penggunaan masker dan penddikan yang cukup bagi pekerja berhubungan dengan penurunan keluhan ISPA pada pekerja mebel.