Skripsi
Analisis perilaku produsen industri kecil menengah di Desa Mulyoarjo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Charis Muhammad
Abstrak
i RINGKASAN Muhammad Charis. 2019. Analisis Perilaku Produsen Industri Kecil Menengah Di Desa Mulyoarjo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Nasikh S.E. M.P. M.Pd. Kata kunci UMKM Faktor input dan Output Perilaku Produsen Perkembangan dan kemajuan pengetahuan teknologi dan perdagangan di Indonesia hingga saat ini yang sudah berumur lebih dari 73 tahun merupakan hasil kerja keras seluruh komponen tidak terkecuali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sejatinya Usaha Mikro Kecil dan Menengah berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja dan mendistribusikan hasil-hasil pembangunan. Usaha kerupuk kuda mas merupakan salah satu UMKM diyang berada di desa Mulyoarjo Lawang Kabupaten Malang yang sudah berdiri sekitar tahun 2002 dan terbukti mampu tetap eksis hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku produsen dalam faktor input dan output industri kecil menengah (IKM) kerupuk kuda mas desa Mulyoarjo kecamatan Lawang. Melalui produk berupa kerupuk mentah bagaiamana proses produksi dan pemilihan bahan baku bisa terjadi dan selama ini apa dapat dikatakan baik atau belum kemudian dampak dan manfaat bagi desa Mulyoarjo. Penelitian ini adalah penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan lokasi penelitian di Desa Mulyoarjo Kecamatan Lawang dengan melakukan wawancara terhadap pemilik usaha kerupuk kuda mas. Tahapan yang dilakukan oleh peneliti sebelum penelitian yaitu melakukan kajian literatur kemudian melakukan wawancara kepada Dinas Pendiri usaha kerupuk kuda mas Sekretaris Desa Mulyoarjo Kepala Dusun Ampel gading Karyawan kerupuk kuda mas dan Masyarakat sekitar usaha kerupuk kuda mas. Saat melakukan observasi wawancara dengan subyek penelitian. Hasil wawancara akan dianalisis menggunakan Fungsi Produksi. Hasil analisis yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan perilaku produsen dalam hal input (pemilihan penentuan bahan baku tenaga kerja alat produksi energi) dan output atau barang yang dihasilkan (kerupuk) dapat dikatakan baik. Namun tidak adanya evaluasi secara berkala sehingga perusahaan tidak mengetahui apakah target perusahaan telah tercapai dengan baik atau tidak. kemudian dalam pemilihan karyawan juga harus mengacu pada kemampuan seorang karyawan dalam menjalankan suatu kegiatan produksi bukan mengacu pada hal lainnya.