Skripsi
Pengaruh model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi materi sistem pernapasan manusia siswa kelas VIII SMPN 1 Malang / Tri Wahyuni
Abstrak
vi RINGKASAN Wahyuni Tri. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Materi Sistem Pernapasan Manusia Siswa Kelas VIII SMPN 1 Malang Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Muhardjito M.S (2) Erti Hamimi S.Pd. M.Sc. Kata Kunci Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Treffinger Sistem Pernapasan Performa manusia di abad 21 saat ini menjadi sorotan dunia. Generasi di abad ini harus mempunyai kemampuan bersikap berpikir kemampuan berpikir yang lebih kompleks untuk menghadapi masalah dalam kehidupan. Keahlian tersebut ini memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Seharusnya siswa di Indonesia dapat menerapkannya. Namun berdasarkan penelitian PISA 2015 menyatakan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa di Indonesia masih rendah. Pembelajaran IPA dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Siswa yang belajar dengan metode berbasis masalah memperoleh skor yang lebih tinggi ketika mengerjakan soal HOTS. Model pembelajaran berbasis masalah berkembang menjadi berbagai jenis sesuai dengan terus majunya teknologi dan pengetahuan. Sebagai tindakan penyelesaian masalah yang kompleks maka diperlukan tindakan yang tepat hal tersebut yang mendasari dibentuknya model pembelajaran Treffinger . Pembelajaran ini dapat memfasilitasi siswa dalam memecahkan masalah dan menerapkannya dalam kehidupan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi. Desain penelitian yang digunakan adalah Posttest-Only Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Malang tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian dilakukan di kelas VIII-C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-D kelas kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji hipotesis yaitu Uji Tukey. Tes ini dilakukan setelah melalui Uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai posttest rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 85 47 dan 74 47. Berdasarkan hasil uji hipotesis nilai Qhitung 7.607 2.89 Qtabel. Hasil tersebut dapat disimpulkan ada perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Treffinger dan siswa yang belajar dengan pendekatan saintifik pada materi sistem pernapasan manusia. Saran yang dapat diberikan pada guru yaitu model pembelajaran Treffinger dapat digunakan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi sistem pernapasan manusia. Sedangkan untuk peneliti lain supaya menerapkan model pembelajaran ini dalam materi dan mata pelajaran lain. Sebelum melakukan model pembelajaran ini lebih baik untuk menyusun rancangan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan dalam model Treffinger.