Skripsi
Identifikasi dan filosofi hidangan pada upacara daur hidup etnis Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang / Diana Martalia
Abstrak
RINGKASAN Martalia Diana. 2019. Identifikasi dan Filosofi Hidangan pada Upacara Daur Hidup Etnis Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo M. Si. (II) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati M.P. Kata Kunci hidangan upacara daur hidup filosofi etnis Tengger Etnis Tengger merupakan mayoritas etnis yang mendiami Desa Argosari. Masyarakat di desa ini masih menjaga dan melestarikan hidangan tradisional khususnya hidangan pada upacara daur hidup. Hidangan pada upacara tersebut umumnya memiliki filosofinya tersendiri sesuai dengan apa yang diharapkan manusia tersebut. Hidangan pada upacara daur hidup tersebut juga memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai pariwisata kuliner sehingga dapat membuka peluang usaha bagi warganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hidangan teknik pengolahan serta filosofi hidangannya. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menghasilkan data deskriptif. Sumber data pada penelitian kualitatif ini meliputi sumber primer yaitu observasi dan wawancara langsung dengan masyarakat setempat serta sumber sekunder melalui dokumen. Untuk mengumpulkan sumber tersebut teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data secara interaktif dilakukan dengan cara pengumpulan reduksi penyajian verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan yang digunakan adalah cross-check data pada Dukun Pandhita. Hasil penelitian hidangan daur hidup etnis Tengger di Desa Argosari meliputi hidangan untuk dandanan dan tamu. Hidangan berupa dandanan ini merupakan hidangan yang selalu ada disetiap upacara seperti gedhang ayu pepek tamping dan sisa gangga dandanan pras among jenang abang dan jenang putih serta suguhan. Hidangan tersebut disajikan sebagai wujud rasa syukur tuan rumah. Teknik pengolahan yang sering digunakan adalah menggoreng menumis merebus mengukus dan membakar. Filosofi pada hidangan ini bentuk warna makna dan penyajian.