Skripsi
Pengembangan kawasan agropolitan berbasis komoditas unggulan tanaman hortikultura di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang / Anisa Rohma
Abstrak
i RINGKASAN Rohma Anisa. 2019. Pengembangan Kawasan Agropolitan Berbasis Komoditas Unggulan Tanaman Hortikultura di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hj. Farida Rahmawati S.E. M.E. Kata Kunci Pengembangan Kawasan Agropolitan Komoditas Unggulan Analysis Hierarchy Process Kesenjangan pembangunan antara kawasan perkotaan sebagai pusat kegiatan dan pertumbuhan ekonomi dengan kawasan perdesaan sebagai produsen hasil pertanian telah mendorong terwujudnya upaya pembangunan kawasan perdesaan melalui pengembangan kawasan agropolitan. Pengembangan kawasan agropolitan merupakan bagian dari strategi percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaaan dan upaya pemerataan pembangunan daerah. Salah satu wilayah yang dikembangkan sebagai sentra kawasan agropolitan di Kabupaten Malang adalah Kecamatan Poncokusumo. Kecamatan Poncokusumo dinilai memiliki potensi sektor pertanian yang besar terutama komoditas tanaman hortikultura Keberhasilan petani Poncokusumo dalam peningkatan produksi tidak serta merta meningkatkan pendapatan usaha tani karena masih minimnya pengolahan hasil pertanian guna meningkatakan nilai tambah ekonomi komoditas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas unggulan tanaman hortikultura di kawasan agropolitan Poncokusumo dan strategi prioritas pengembangan kawasan agropolitan Poncokusumo yang tepat untuk dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer dan sekunder. Pengambilan responden dilakukan dengan purposive sampling yang terdiri dari keyperson dan petani komoditas unggulan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah Location Quetiont (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA) untuk penentuan komoditas unggulan tanaman hortikultura serta Analysis Hierarchy Process (AHP) yang kemudian diolah dengan software expert choice 11 guna menentukan strategi prioritas pengembangan kawasan agropolitan Poncokusumo. Hasil penelitian menunjukan bahwa komoditas unggulan tanaman hortikultura di kawasan ahropolitan Poncokusumo terdiri dari 6 (enam) komoditas sayur-sayuran yaitu Bawang Daun Kentang Kubis Cabe Kecil Terung Ketimun dan 3 (tiga) komoditas buah-buahan yaitu alpukat apel dan durian. Melalui perbandingan luas lahan setiap komoditas unggulan diperoleh komoditas unggulan utama tanaman hortikultura di kawasan agropolitan Poncokusumo Kabupaten Malang adalah Apel dan Kubis. Strategi prioritas pengembangan kawasan agropolitan Poncokusumo Kabupaten Malang dapat dilakukan dengan prioritas pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan bobot 0 559 pengembangan sarana dan prasarana penunjang dengan bobot 0 312 dan pengembangan agribisnis dengan bobot 0 130. Berdasarkan prioritas kriteria tersebut dapat ditempuh dengan prioritas kriteria alternatif penguatan kelompok tani atau gabungan kelompok tani ketersedian benih pupuk dan pestisida serta pengembangan jaringan pemasaran dan kemitraan.