Skripsi
Klasifikasi faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Kedungkandang menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG) tahun 2017-2018 / Meilawati Diyah Permatasari
Abstrak
vi RINGKASAN Permatasari Meilawati Diyah. 2019. Klasifikasi Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungkandang Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG) Tahun 2017-2018. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. M.E Winarno M.Pd. (II) Tika Dwi Tama S.KM M.Epid. Kata Kunci pneumonia balita faktor risiko analisis spasial Sejak tahun 2015-2017 pneumonia pada balita menduduki peringkat pertama di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang. Persentase rumah sehat masih belum memenuhi target dari rencana strategi sehingga menjadi penyebab faktor risiko kejadian pneumonia pada balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji variabel penyebab pneumonia dan pemetaan insiden pneumonia pada balita berdasarkan faktor risiko di wilayah Puskesmas Kedungkandang Tahun 2017-2018. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian studi ekologi. Subjek penelitian ini seluruh kasus pneumonia pada balita per kelurahan yang terlaporkan oleh Puskesmas Kedungkandang Tahun 2017-2018 sebanyak 442 kasus pneumonia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa non test. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis korelasional dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kejadian pneumonia selama tahun 2017-2018 mengalami penurunan. Analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara kamar lembab dan jendela tidak berfungsi dengan kejadian pneumonia pada balita (r 0 967 p 0 033 945 ) sedangkan variabel ASI Eksklusif BBLR status gizi status imunisasi tingkat pendidikan dan kepadatan penduduk tidak memiliki hubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kamar lembab dan jendela yang tidak berfungsi dengan kejadian pneumonia. Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan perilaku terkait rumah sehat dengan membiasakan membuka jendela rumah setiap hari dan mengganti jendela yang tidak berfungsi.