Skripsi
Penerapan reproductive learning untuk meningkatkan literasi teks matematika siswa kelas VIII SMP / Inggith Sasmitha Syamputri
Abstrak
RINGKASAN Syamputri Inggith Sasmitha. 2019. Penerapan Reproductive Learning Untuk Meningkatkan Literasi Teks Matematika Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Eddy Budiono M.Pd. Kata kunci Reproductive Learning Literasi Teks Matematika Penelitian ini dilakukan di kelas VIII SMP Negeri 12 Malang dengan menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Literasi teks matematika yang dimaksud pada penelitian ini yaitu mengacu pada kemampuan membaca memahami dan belajar dari teks matematika (berupa kata-kata maupun gambar). Berdasarkan observasi awal di kelas VIII SMP Negeri 12 Malang ditemukan fakta bahwa siswa mempunyai literasi teks matematika yang masih rendah. Hal ini ditunjukkan ketika peneliti memberikan tes berupa teks matematika dalam bentuk kata-kata dan gambar dengan materi luas persegi panjang dan persamaan garis lurus. Siswa tidak dapat menafsirkan frasa yang disajikan dan menyatakan teks matematika yang berupa kata-kata tersebut ke bentuk gambar atau simbolik dengan tepat dan dengan memperhatikan konsep atau hubungan antar konsep yang terlibat dalam teks. Selain itu siswa juga kurang tepat dalam menafsirkan gambar grafik yang disajikan dan disesuaikan dengan kata-kata yang meminta siswa untuk menuliskan informasi yang dibutuhkan dalam menentukan persamaan garis dari grafik tersebut. Dari hasil tes tersebut hanya 16 02% siswa yang dapat menafsirkan dan menyatakan teks matematika atau yang dapat memenuhi indikator literasi teks matematika. Penerapan reproductive learning digunakan untuk meningkatkan literasi teks matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan reproductive learning yang dapat meningkatkan literasi teks matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Malang. Adapun langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut 1) guru menjelaskan secara interaktif dengan tanya jawab dan tetap memperhatikan literasi teks matematika. Guru menjelaskan di depan kelas dan menampilkan materi dalam bentuk verbal maupun gambar dengan cara menampilkannya pada slide power point atau menuliskannya di papan 2) guru memberikan contoh terkait dengan materi yang dijelaskan. Contoh yang diberikan berupa soal dalam bentuk kata-kata yang kemudian dengan tanya jawab guru mengajak siswa untuk mendeskripsikan dan menuliskan informasi ke bentuk gambar ataupun sebaliknya 3) guru memberikan tugas-tugas yang dapat diproduksi kembali oleh siswa. Tugas yang diberikan yaitu membuat contoh lain terkait dengan materi yang dipelajari dengan bahasa mereka sendiri baik berupa gambar maupun kata-kata 4) guru melakukan pengecekkan terhadap pekerjaan siswa secara individu dan memberi bantuan pada siswa. Guru berkeliling mengecek pekerjaan siswa satu persatu. Jika melihat adanya kekeliruan guru langsung memberikan penguatan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa pada kekeliruannya. Begitu juga ketika melihat siswa yang kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan 5) guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas atau secara individu ke guru. Jika waktu yang tersedia tidak memungkinkan untuk meminta siswa mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas guru meminta siswa untuk menunjukkannya langsung pada guru sekaligus mengumpulkan tugas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan literasi teks matematika siswa meningkat. Ditinjau dari peningkatan yakni tes di akhir siklus menunjukkan bahwa persentase siswa yang mempunyai literasi teks matematika dengan persentase awal sebesar 16 02% menjadi 89 55%. Pada siklus I diperoleh 51 48% siswa yang telah memenuhi indikator literasi teks matematika sedangkan pada siklus II diperoleh 89 55%.