Skripsi
Dampak keberadaan dan upaya pengembangan wisata air Krabyakan terhadap pendapatan masyarakat Desa Sumber Ngepoh Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Haidar Hanardi
Abstrak
RINGKASAN Hanardi Haidar.2019 Dampak Keberadaan Dan Upaya Pengembangan Wisata Air Krabyakan Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Sumber Ngepoh Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Imam Mukhlis SE M.Si Kata Kunci Wisata Air Krabyakan Pendapatan Pengembangan Wisata Salah satu upaya pemanfaatan sumber daya lokal yang optimal adalah dengan mengembangkan pariwisata dengan konsep Ekowisata. Dalam konteks ini wisata yang dilakukan memiliki bagian yang tidak terpisahkan dengan upaya-upaya konservasi pemberdayaan ekonomi lokal dan mendorong rasa peduli yang lebih tinggi terhadap perbedaan kultur atau budaya. Sepertihalnya yang ada di Wisata Air Krabyakan yang semula hanyalah kubangan air namun sekarang berubah menjadi destinasi wisata bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keberadaan wisata air Krabyakan terhadap masyarakat dan pendapatan serta upaya pengembangannya. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa Terdapat 6 pelaku usaha yang berjualan di sekitar obyek wisata air Krabyakan baik di dalam maupun diluar obyek wisata. Terdapat 4 masyarakat lokal yang diberdayakan sebagai penjaga loket penjaga kolam terapi ikan penjaga sepeda air dan mandi bola dan sebagai tukang parkir. Obyek wisata air Krabyakan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar yang memiliki kaitan dengan obyek wisata tersebut. Peningkatan pendapatan ini berupa tambahan pendapatan bagi mereka karena jenis usaha yang dilakukan bukan merupakan pekerjaan utama yang dilakukan. Meski dalam prakteknya di lapangan jumlah pendapatan yang diterima dari tahun ke tahun cenderung menurun karena beberapa faktor seperti kenaikan HTM (Harga Tiket Masuk) dan juga adanya harga yang tidak kompetitif antara penjual yang mengakibatkan pengunjung enggan membeli. LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Pengelola dan juga Desa bersinergi untuk melakukan pengembangan wisata air Krabyakan ke depannya dengan cara menambah fasilitas dan sarana dan prasarana. Selain itu pengelola dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) juga senantiasa mengajukan proposal-proposal kepada pemerintah untuk membantu dana dalam mengembangkan obyek wisata kedepannya.