Skripsi
Kesiapan sekolah dalam implementasi pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar Kecamatan Lowokwaru / Dewi Rahmawati Hartadi
Abstrak
ABSTRAK Hartadi D. Rahmawati. 2019. Kesiapan Sekolah Dalam Implementasi Pendidikan Inklusif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Kecamatan Lowokwaru. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Moh. Efendi M.Pd M.Kes (II) Drs. Ahmad Samawi M.Hum Kata Kunci Pendidikan Inklusif Kesiapan Sekolah Anak Bekebutuhan Khusus Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif khususnya pada jenjang sekolah dasar di kecamatan Lowokwaru kota Malang. Malang belum memiliki regulasi yang jelas mengenai pendidikan inklusif sehingga banyak sekolah yang mengartikan sendiri tentang sistem pendidikan inklusif. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai kesiapan sekolah dalam implementasi pendidikan inklusif. Untuk itu perlu informasi lebih mendalam mengenai pendidikan inklusif antara lain mengenai deskripsi pengimplementasian inklusif deskripsi perencanaan inklusif deskripsi pembelajaran inklusif dan deskripsi evaluasi dari pendidikan inklusif pada jenjang sekolah dasar di kecamatan Lowokwaru. Pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian multi-situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah A telah menjalankan aturan yaitu menerima ABK di sekolah reguler berdasarkan zona lingkungan tinggal. Namun dalam kesiapan menjalankan pendidikan inklusif Sekolah A belum memenuhi standar yang terlah ditetapkan hal ini dikarenakan Sekolah A belum memiliki tenaga didik yang sesuai SOP yang berlaku. Penelitian selanjutnya Sekolah B yang dikenal sebagai sekolah model ternyata belum terdapat perangkat pembelajaran yang menunjang kesiapan pendidikan inklusif. Kemudian Sekolah C yang merupakan sekolah favorit untuk sebagian masyarakat akam tetapi belum siap menjalankan pendidikan inklusif sepenuhnya karena sekolah C membebaskan tenaga didik dari lulusan mana saja. Tentu saja bertentangan dengan SOP. Saran ditujukan kepada sekolah untuk mendukung implementasi dari pendidikan inklusif berdasarkan SOP yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud. Pada proses Implementasi pendidikan inklusif tentunya memerlukan kesiapan dari segala aspek. Aspek penyediaan pendidikan inklusif salah satunya dengan cara menyediakan sarana dan prasarana hingga membuat perencanaan belajar yang tepat untuk ABK. Saran kepada peneliti lain dikemudian hari untuk bisa melengkapi kekurangan yang ada pada penelitian yang telah dilakukan penulis.