Skripsi
Hubungan pengetahuan merokok, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan lingkar perut dengan kejadian hipertensi pada usia 55-75 tahun di Posyandu Lansia Ngujang wilayah kerja Puskesmas Simo Kabupaten Tulungagung / Devi Wulandari
Abstrak
Wulandari Devi. 2019. Hubungan Pengetahuan Merokok Indeks Massa Tubuh (IMT) Dan Lingkar Perut Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia 55-75 Tahun Di Posyandu Lansia Ngujang Wilayah Kerja Puskesmas Simo Kabupaten Tulungagung. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) dr. Hartati Eko Wardani M.Si. Med. (II) drg. Rara Warih Gayatri M.PH Kata Kunci hipertensi lansia pengetahuan merokok IMT dan lingkar perut Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab tertinggi kematian di Indonesia yaitu sebesar 37% (Depkes RI 2015 21). Kategori paling tinggi menderita hipertensi di Indonesia pada umur 65-75 tahun yakni sebesar 26 7-27 9% (Riskesdas 2013 90). Hipertensi di Jawa Timur memiliki persentase sebesar 13 47% berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Jawa Timur tahun 2014 hipertensi selalu menjadi lima penyakit terbanyak yang diderita masyarakat Tulungagung (Depkes RI 2014 31). Di Tulungagung penderita hipertensi sebanyak 21.214 orang pada tahun 2015 dan terus naik menjadi 322.637 orang di tahun 2017 (Pusdatin Kemenkes RI 2017). Penyakit hipertensi dan segala komplikasinya dapat dapat dicegah dengan cara mengendalikan faktor-faktor penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan merokok IMT dan lingkar perut dengan kejadian hipertensi di Posyandu Ngujang wilayah kerja Puskesmas Simo Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan metode random sampling dengan penentuan sampel yang dilakukan secara acak dengan rumus Aiken. Populasi pada penelitian ini sebanyak 100 orang dengan jumlah sampel 50 responden yaitu masyarakat yang datang ke Posyandu Ngujang dalam kurun waktu dilaksanakannya penelitian. Pengukuran data menggunakan kuesioner dan pengukuran obesitas dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran lingkar perut. Analisis data yaitu univariat dan bivariat menggunakan chi square dengan bantuan software statistik SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi dengan nilai (p-value pengetahuan merokok 0 020 PR 1 403 2 400 4 033). Sedangkan Indeks Massa Tubuh (IMT) memiliki nilai (p-value 0 420) secara statistik berarti tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi secara signifikan. Dan lingkar perut juga memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi (p-value 0 047 PR 0 409).