Skripsi
Peran pengasuhan orang tua terhadap penggunaan gadget anak usia dini dalam lingkungan keluarga (studi kasus di Desa Botoran Barat, Kecamatan Botoran, Kabupaten Tulungagung) / Adicka Trio Winaka
Abstrak
ABSTRAK Winaka Adicka Trio 2018. Peran Pengasuhan Ibu Terhadap Penggunaan Gadget Anak Usia Dini Dalam Lingkungan Keluarga (Studi Kasus di Desa Botoran Barat Kecamatan Botoran Kabupaten Tulungagung Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj. Siti Asmah M.Pd (2) Dr. Sri Wahyuni S.Pd M.Pd Kata Kunci Peran Pengasuhan Ibu dan Penggunaan Gadget Anak Usia Dini Seorang ibu dituntut memberikan pola pengasuhan yang ekstra pada anak- anaknya terutama yang masih berada di usia dini. Alasan pemberian pola pengasuhan yang ekstra adalah adanya perkembangan gadget yang begitu pesat dan merambah hampir ke seluruh kalangan mulai anak usia dini hingga orang tua. Dampak negatif maupun positif yang ada dalam perkembangan gadget tersebut tentu harus disikapi dengan peran pengasuhan ibu yang baik dan sesuai. Model pola asuh orang tua adalah salah satu penentu seorang anak berhasil suatu saat nantinya. Model pola asuh orang tua yang baik terhadap anak akan berdampak baik juga bagi tumbuh kembang kecerdasan serta prilaku anak dan sebaliknya model pola asuh orang tua yang salah terhadap anak akan mempengaruhi tumbuh kembang kecerdasan serta perilaku anak secara tidak baik. Tujuan penelitian ini adalah pertama mendeskripsikan pola penggunaan gadget oleh anak usia dini dan yang kedua mendeskripsikan jenis pola asuh ibu terhadap penggunaan gadget pada anak usia dini. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penggumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Analis data ini menggunakan siklus interaktif. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan gadget oleh anak dilakukan rata- rata yaitu dua jam atau lebih dalam sehari dengan waktu yang berbeda- beda. Aplikasi dalam gadget yang sering diakses oleh anak meliputi aplikasi permainan serta aplikasi audio visual/ video berjenis animasi. Anak cenderung sering memainkan gadget secara individual dan sangat jarang mengikutsertakan teman- temannya untuk bersama memainkan gadget yang dimiliki. Pola asuh otoriter tergambar pada sikap orang tua pada anak dengan memberikan pembatasan terhadap lama penggunaan gadget pada anak pendampingan secara berkelanjutan jarang dilakukan oleh orang tua terhadap anak saat menggunakan gadget dan pembatasan konten aplikasi yang diakses anak. Selain penggunaan pola asuh otoriter orang tua juga menerapkan pola asuh permisif yang dalam hal ini tampak pada kontrol orang tua pada anak lemah memberikan kebebasan berlebih pada anak kurang membimbing kurang tegas dan kurang komunikasi. Penerapan pola asuh tersebut memberikan dampak pada anak berupa anak bersikap menentang orang tua dan emosi kurang stabil.