Skripsi
Pengembangan kuesioner deteksi dini penyakit diabetes melitus tipe 2 dilihat dari aspek kesehatan umum / Vivi Syafira Virrizqi
Abstrak
Pengembangan Kuesioner Deteksi Dini Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Dilihat Dari Aspek Kesehatan Umum RINGKASAN Virrizqi Vivi Syafira. 2019. Pengembangan Kuesioner Detesi Dini Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Dilihat Dari Aspek Kesehatan Umum. Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. dr. Moch Yunus. M.Kes (II) drg. Rara Warih Gayatri. M.PH. Kata Kunci diabetes melitus tipe 2 deteksi dini kuesioner Diabetes Melitus (DM) adalah suatu kondisi kronis yang terjadi karena peningkatan kadar gula darah dalam tubuh yang disebabkan karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Menurut IDF terdapat 382 juta orang yang hidup dengan DM pada tahun 2013. Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut 175 juta di antaranya belum terdiagnosis. Berdasarkan data tersebut Menteri Kesehatan RI mengupayakan untuk adanya program deteksi dini pada DM yang terintegrasi Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM). Indonesia telah memiliki Posbindu sebanyak 33.679 atau sebesar 24 9% yang tersebar di seluruh Indonesia. Kota Malang memiliki Posbindu sebanyak 244. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti sebagian besar masyarakat yang tidak memanfaatkan Posbindu tersebut dikarenakan berbagai masalah diantaranya mahalnya biaya yang dikeluarkan dan jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan. Sehingga diperlukan adanya instrumen yang mampu mendeteksi DM secara dini. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa kuesioner deteksi dini pada penyakit diabetes melitus tipe 2 yang dilihat dari aspek kesehatan umum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan mengacu pada langkah-langkah penelitian dan pengembangan oleh Sugiyono. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan adalah sebagai berikut potensi dan masalah pengumpulan data desain produk validasi desain revisi desain uji coba produk revisi produk uji coba pemakaian revisi produk. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa seluruh pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan valid dengan hasil r hitung lebih besar dari nilai r tabel berada pada taraf signifikansi 5. Hasil validitas terendah sebesar 0 373 dan tertinggi sebesar 0 887. Sedangkan hasil reliabilitas didapatkan hasil sebesar 0 967 yang berarti bahwa kuesioner tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Nilai sensitifitas untuk 14 pertanyaan tanda dan gejala DM tipe 2 antara 35 7%-62 5% nilai spesifisitas antara 69 7%-91 7% nilai PPV antara 23 1%-92 3% dan nilai NPV antara 33 3%-88 9%. Nilai sensitifitas untuk 11 pertanyaan faktor risiko DM tipe 2 antara 30%-62 5% nilai spesifisitas antara 66 7%-90% nilai PPV antara 30 8%-92 3% dan nilai NPV antara 14 8%-88 9%. Ke depannya diharapkan kuesioner yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan ini akan dapat lebih baik jika diuji cobakan kembali kepada masyarakat dengan jumlah yang lebih banyak untuk lebih mengetahui tingkat kevalidan dan kereliabelannya. Vivi Syafira Virrizqi S1 Kesehatan Masyarakat