Skripsi
Gambaran kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang: studi kualitatif / Sriwidi Astuti
Abstrak
RINGKASAN Astuti Sriwidi. 2019. Gambaran Kehamilan yang Tidak Diinginkan Pada Remaja di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Studi Kualitatif. Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sapto Adi M.Kes. (II) Suci Puspita Ratih S.KM M.KM M.PH. Kata Kunci kehamilan tidak diinginkan remaja perilaku Persentase penduduk remaja di Indonesia sebesar 37% merupakan kelompok usia terbesar kedua dan diperkirakan akan terus meningkat. Kelompok remaja memiliki peranan yang besar dalam pembangunan kualitas hidup masyarakat di masa depan. Artinya bonus demografi yang akan diterima oleh Bangsa Indonesia adalah aset yang berharga apabila remaja memiliki kualitas yang baik. Remaja cenderung memiliki keingintahuan besar dan berani mengambil risiko apabila keputusan yang diambil tidak tepat akan menimbulkan perilaku berisiko salah satunya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) yang menimbulkan dampak baik fisik psikis maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kehamilan yang tidak diinginkan agar dapat diketahui upaya-upaya untuk mencegah dan menanggulangi hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi Rapid Assessment Procedure (RAP) yang menghasilkan data primer melalui wawancara mendalam observasi dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memiliki pengetahuan yang rendah tidak diterapkannya norma-norma yang berlaku di masyarakat dan tingkat ekonomi yang rendah. Selain itu informan juga kurang mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan adanya paparan pornografi. Hal yang menjadi pendorong adalah kurangnya pengawasan dari orangtua dan pergaulan teman. Respon orangtua terhadap awal kehamilan adalah menentang dan menganjurkan aborsi tetapi cenderung menikahkan anak sebagai solusi sedangkan teman/tetangga cenderung tidak memberi solusi. Peran orang tua sangat diperlukan untuk mencegah kehamilah yang tidak diinginkan. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan informan yang melakukan hubungan seks pranikah hingga beberapa kali tanpa diketahui oleh orangtua. Dampak kesehatan yang ditemukan ketika kehamilan adalah pembengkakan dan anemia anak lahir prematur dan cenderung BBLR. Dampak kesehatan lainnya yang dialami ibu adalah sakit perut keluar bercak setelah berhubungan dan KEK. Dampak kesehatan pada anak adalah pertumbuhan bayi cenderung kecil dan masuk dalam kategori BGM (Bawah Garis Merah). Lingkungan fisik informan berada di pedesaan padat penduduk dan tinggal bersama orangtua dengan fasilitas alat komunikasi dan kendaraan yang memadai. Kurangnya pemahaman masyarakat khususnya remaja terkait KTD maka dianjurkan adanya suatu upaya yang lebih efektif kepada orangtua dan anak terkait kesehatan reproduksi dan pergaulan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada remaja. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti persepsi guru tokoh agama dan pemerintahan serta memberikan alternatif pemecahan masalah terhadap KTD.