Skripsi
Faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu / Pascahana Lintang Panggayuh
Abstrak
RINGKASAN Panggayuh Pascahana Lintang. 2019. Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. M.E. Winarno M.Pd. (II) Tika Dwi Tama S.KM M.Epid. Kata Kunci keberhasilan pengobatan pengobatan TB Paru Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular karena bakteri Mycobacterium tuberculosis. Angka keberhasilan pengobatan TB di Indonesia pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 7 5% dibandingkan tahun sebelumnya (Depkes RI 2017) begitu juga halnya dengan angka keberhasilan pengobatan TB di Kota Batu pada tahun 2016 sebesar 74 6% yang masih jauh dari standar minimal WHO yaitu sebesar 85% (Dinkes Kota Batu 2016). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah survei analitik observasional pendekatan case control. Data penelitian menggunakan data sekunder berupa form TB 01 dan 03. Sumber data penelitian ini adalah pasien pasca pengobatan TB Paru dewasa yang tercatat pada tahun 2016 2017 dan 2018 triwulan satu dan dua berjumlah 63 orang. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah uji chi square Odds Ratio (OR) dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 orang responden terdapat 21 responden tidak berhasil dalam pengobatan yang meliputi 3 orang default 2 orang gagal 11 orang meninggal dan 5 orang pindah serta terdapat 42 responden berhasil dalam pengobatan yang meliputi 17 orang sembuh dan 25 orang pengobatan lengkap. Hasil uji chi square (x ) dengan 945 0 05 diperoleh hasil yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p 0 466) tipe penderita (p 0 423) dan hasil pemeriksaan sputum Basil Tahan Asam (BTA) (p 0 593) dengan keberhasilan pengobatan TB Paru serta terdapat hubungan yang signifikan antara komplikasi penyakit lain (p 0 000) keberadaan Pengawas Minum Obat (PMO) (p 0 000) kepatuhan berobat (p 0 000) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) (p 0 000) dengan keberhasilan pengobatan TB Paru. Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda metode Backward diperoleh hasil yaitu variabel yang paling berpengaruh pada keberhasilan pengobatan TB Paru adalah IMT (OR 34 813) komplikasi penyakit lain (OR 11 444) dan keberadaan PMO (OR 10 470). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa jenis kelamin tipe penderita dan hasil pemeriksaan sputum BTA tidak memiliki hubungan dengan keberhasilan pengobatan TB paru di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu. Komplikasi penyakit lain keberadaan PMO kepatuhan berobat dan IMT memiliki hubungan dengan keberhasilan pengobatan TB paru di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu.