Skripsi
Perbedaan penguasaan pemahaman konsep dasar listrik dan elektronika menggunakan model pembelajaran RICOSRE dibandingkan dengan model pembelajaran flipped classroom pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang / Gatot Santoso
Abstrak
ABSTRAK Santoso Gatot. 2019. Perbedaan Penguasaan Pemahaman Konsep Dasar Listrik dan Elektronika menggunakan Model Pembelajaran RICOSRE dibandingkan dengan Model Pembelajaran Flipped Classroom pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Kata Kunci Pemahaman Konsep RICOSRE Flipped Classroom.. Hasil wawancara kepada Guru mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika Ibu Diah Udiyahwati S.Pd. dan memperoleh informasi bahwa proses pembelajaran jurusan TEI (Teknik Elektronika Industri) di SMK Negeri 1 Kepanjen menggunakan model pembelajaran ceramah dan terkadang juga dengan berbantuan tayangan materi pada power point Video dan juga praktikum. Guru berpendapat mengenai model pembelajaran yang digunakan bahwa ketika siswa kurang aktif belajar dikelas maka akan sangat kurang efektif karena pemahaman siswa kurang dan materi yang didapatkan siswa hanya terpusat dari Guru. Pengalaman mengajar dilapangan pada saat KPL Sekolah di SMK Negeri 1 Kepanjen pada jurusan EI kelas X mendapati jika siswa diajarkan menggunakan model ceramah akan berdampak pada kurangnya pemahaman siswa Dari permasalahan diatas maka diperlukan perubahan penerapan model pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep. Pemilihan model pembelajaran mengacu pada Kurikulum 2013 yang menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran utama menurut (Peraturan kementrian pendidikan dan budaya No. 103 Tahun 2014) yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Model Pembalajaran yang bisa diterapkan adalah Flipped Classroom dan RICOSRE. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah true experimental dengan desain Pretest Post-test Control Group Design. Terdapat dua kelas yang dipilih yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kemudian diberi pre test untuk mengetahui keadaan awal selanjutnya diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan tahap akhir pemberian post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil posttest digunakan untuk mengetahui kemampuan Pemahaman Konsep kedua kelas yang kemudian dilakukan analisa data menggunakan uji prasyarat analisis hipotesis dan analisis berdasarkan Taksonomi SOLO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest dimana terdapat peningkatan setelah diberikan model pembelajaran RICOSRE. (2) maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest dimana terdapat peningkatan setelah diberikan model pembelajaran Flipped Classroom. (3) tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara hasil belajar antara penerapan model pembelajaran RICOSRE dibandingkan dengan model pembelajaran Flipped Classroom.. (4) Level pemahaman siswa pada kelas yanag diajarkan dengan menggunakan mdel pembelajaran RICOSRE dominan berada pada level Unistructural yaitu dengan persentase 65 2%. Sedangkan dengan menggunakan model pembelajaran Flipped Classroom dominan berada pada level Unistructural yaitu dengan persentase 63 2 %.