Skripsi
Analisis faktor produksi dan pendapatan petani usahatani jagung pola kemitraan dan non kemitraan (kasus Desa Kidangbang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang) / Yayan Udianto
Abstrak
RINGKASAN Udianto Yayan. 2019. Analisis Faktor Produksi dan Pendapatan Petani Usahatani Jagung Pola Kemitraan dan Non Kemitraan (Kasus Desa Kidangbang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang). Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Imam Mukhlis S.E. M.Si. Kata Kunci usahatani jagung pola kemitraan usahatani jagung pola non kemitraan elastisitas produksi pendapatan petani jagung kemitraan dibanding pendapatan petani jagung non kemitraan Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui pengaruh faktor produksi luas lahan benih tenaga kerja dan saprotan terhadap produksi usahatani jagung pada petani kemitraan dan non kemitraan dan (2) mengetahui pendapatan petani jagung kemitraan jika dibandingkan dengan pendapatan jagung non kemitraan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei pada Juni 2019 di Desa Kidangbang Kecamatan Wajak yang merupakan salah satu daerah sentra produksi jagung di Kabupaten Malang Jawa Timur. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan jumlah petani sampel sebanyak 40 petani jagung kemitraan dan 40 petani jagung non kemitraan. Model analisis yang digunakan (1) hubungan masukan dengan produksi dianalisis melalui model fungsi produksi Cobb-Douglass dan (2) tingkat pendapatan petani jagung kemitraan dan non kemitraan dianalisis menggunakan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis faktor produksi luas lahan benih dan saprotan kuantitas penggunaannya berpengaruh terhadap produksi jagung pola kemitraan. Pada pola ini penambahan kuantitas luas lahan dan benih dapat meningkatkan produksi jagung sedangkan faktor produksi saprotan harus ditinjau kembali alokasinya. Pada usahatani jagung pola non kemitraan hanya jenis faktor produksi luas lahan dan saprotan yang berpengaruh terhadap produksi sehingga penambahan kedua faktor produksi tersebut dapat pula meningkatkan produksi jagung. Pendapatan petani usahatani jagung kemitraan dibanding pendapatan petani usahatani jagung non kemitraan menunjukkan bahwa pendapatan petani pola kemitraan lebih tinggi sebesar 53% dibanding pendapatan pola non kemitraan. .