Skripsi
Analisis kesalahan penggunaan sandangan panyigeg wanda pada ujian akhir semester mahasiswa minor Jawa Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Alfi Cahya Firdauzi
Abstrak
RINGKASAN Cahya Firdauzi Alfi. 2019. Analisis Kesalahan Penggunaan Sandangan Panyigeg Wanda Pada Ujian Akhir Semester Mahasiswa Minor Jawa Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Angkatan 2015 Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Teguh Tri Wahyudi S.S M.A Kata Kunci aksara Jawa sandangan panyigeg wanda Minor Jawa Mardi Kawi . Penelitian penggunaan aksara Jawa sebagai warisan budaya adiluhung belum banyak dilakukan. Penggunaan aksara Jawa di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa Minor Jawa sebagai calon guru bahasa Jawa sudah dilakukan. Sementara itu ada tiga pedoman tata tulis aksara Jawa yaitu (1) pedoman Mardi Kawi (2) pedoman Sriwedari dan (3) pedoman Kongres Bahasa Jawa 2. Penelitian ini difokuskan untuk meneliti sandangan panyigeg wanda pada lembar jawaban ujian akhir semester mahasiswa Minor Jawa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang angkatan 2015. Pendekatan kualitatif dilakukan dalam pengolahan dan analisis data yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Sumber data didasarkan pada lembar jawaban mahasiswa yang bertuliskan aksara Jawa dalam bentuk pdf atau jpg yang telah dikumpulkan oleh mahasiswa Minor Jawa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang angkatan 2015. Data penelitian berupa potongan kata dari lembar ujian yang telah dikerjakan oleh mahasiswa Minor Jawa. Peneliti sekaligus instrumen utama dan instrumen tambahan dalam penelitian ini adalah tabel panduan kriteria kelayakan data tabel panduan pengkodean dan tabel panduan analisis data sebagai instrumen tambahan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data menurut Miles dan Huberman terdapat tiga langkah dalam analisis data yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis yang dilakukan diemukan empat jenis kesalahan penulisan sandangan panyigeg wanda yaitu kesalahan penggunaan sandangan cecak sandangan layar sandangan wignyan dan sandangan pangkon. Kesalahan penulisan sandangan c 519 cak dibagi menjadi lima bagian yaitu kesalahan penggunaan sandangan c 519 cak ketika bertemu dengan aksara khusus yaitu aksara ka sa ga dan ha dan kesalahan penggunaan aksara nga sebagai pengganti sandangan c 519 cak ketika bertemu dengan aksara yang tidak dikhususkan dalam penelitian ini aksara yang tidak dikhususkan yang sering muncul yaitu aksara da ja la dan ta . Kesalahan penulisan sandangan layar dibagi menjadi dua yaitu kesalahan penulisan sandangan layar dan kesalahan penggunaan aksara ra sebagai penggnti sandangan layar. Kesalahan penggunaan wignyan hanya berbentuk kesalahaan penggunaan aksara ha untuk menggantikan sandangan wignyan. Kesalahan penulisan sandangan pangkon dibagi menjadi dua penulisan pangkon di tengah kalimat dan tidak dibubuhkannya sandangan pangkon di akhir kalimat. Dengan demikian catatan penting untuk mahasiswa sebagai calon guru perlun tambahan pemahaman terhadap berbagai macam pedoman tata tulis aksara Jawa khususnya pedoman Mardi Kawi . Tujuannya adalah untuk pemahaman perbedaan karakteristik tiap pedoman bagi pengguna aksara Jawa dalam berbagai tingkatan. SUMMARY Cahya Firdauzi Alfi. 2019. The Analysis of Errors in Use of Sandangan Panyigeg wanda of Javanese Selection Course Student s Final Test in Educational Indonesian and Javanese Language Class Faculty of Letters Universitas Negeri Malang Force of 2015. Undergraduate Thesis Indonesian Language Department Faculty of Letters Universitas Negeri Malang. Adviser Teguh Tri Wahyudi S.S M.A Keywords Javanese script sandangan panyigeg wanda Javanese Selection Course Mardi Kawi . Javanese script utilization research as a high culture legacy is rarely examined. The use of Javanese script in younger generation especially college student who chose Javanese selection course as a Javanese prospective teacher already done. Whilst there are three guidelines in writing Javanese script which are (1) Mardi Kawi guideline (2) Sriwedari guideline and (3) Javanese Language Congress 2 guideline. This research focused to examine sandangan panyigeg wanda in final test done by Undergraduate college students of Educational Indonesian and Javanese Language Class of 2015 who chose Javanese selection course. This research used qualitative approach with decriptive type research. Data resource based on final test done by college students written in Javanese script in the forms of pdf or jpeg which already collected by the college students of Javanese Selection Course students in Educational Indonesian and Javanese Language Class of 2015. Research data are in the form of fragments in words phrases or sentences from the final test done by Javanese selection course student. Researcher as the key instrument and for additional instrument on this research are data appropriateness guide table codification guide table and data analysis guide table. Data analysis on this research used data analysis steps from Matthew and Michael where there are three steps in data analysis which are data reduction data display and conclusion drawing. Based on the data analysis researcher found four types of error in sandangan panyigeg wanda writing which are errors in the use of sandangan cecak sandangan layar sandangan wignyan and sandangan pangkon. The writing error in sandangan cecak divided into five part which are errors in the use of sandangan cecak as it met with special script which are ka sa ga and ha and error in the use of nga script as the substitute of sandangan cecak as it met unspecialized script on this research unspecialized script that often appear are da ja la and ta. The writing error in sandangan layar dividen into two which are the writing error in sandangan layar and the error in the use of ra script as the substitute of sandangan layar. The error in the use of wignyan solely in the form of the error in the use of ha script to substitute sandangan wignyan. The writing error in sandangan pangkon divided into two which are pangkon writing amid sentence and detaching sandangan pangkon in the end of sentence. Therefore important note for prospective teacher to comprehend more toward any types of Javanese script writing guidelines especially Mardi Kawi guideline. The aim is to understand the differences in any guidelines characteristic for Javanese script user in various levels.