Skripsi
Hubungan pekerjaan, lama kerja dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Sisir Kota Batu / Anugraini Pusparina
Abstrak
RINGKASAN Pusparina Anugraini. 2019. Hubungan Pekerjaan Lama Kerja dan Kualitas Tidur dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Sisir Kota Batu. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Siti Nurrochmah M.Kes. (II) Lucky Radita Alma S.KM. M.PH. Kata Kunci kejadian hipertensi pekerjaan lama kerja kualitas tidur Hipertensi di Kota Batu merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi dan setiap tahun mengalami peningkatan. Salah satu puskesmas yang mengalami peningkatan adalah Puskesmas Sisir yaitu 449 kasus (2016) 479 kasus (2017) 498 kasus (2018). Kejadian hipertensi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya berasal dari pekerjaan. Penambahan jam kerja stres waktu istirahat (tidur) yang kurang dan aktivitas kerja dapat meningkatkan tekanan darah pada suatu waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan lama kerja dan kualitas tidur masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sisir Kota Batu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah survei bentuk observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 87 orang dengan teknik pencuplikan sampel menggunakan incidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diadopsi dari kuesioner baku Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan register penyakit poli umum. Teknik Pengumpulan data menggunakan wawancara kuesioner dan dokumen. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kejadian hipertensi. Sedangkan variabel bebas meliputi pekerjaan lama kerja dan kualitas tidur. Analisis data menggunakan statistika non parametrik bentuk chi square. Penentuan besaran risiko diukur dengan Prevalence Ratio (PR). Berdasarkan hasil penelitian diketahui dari 87 sampel 33 (37 9%) responden menderita hipertensi berjenis kelamin perempuan 58 (66 7%) SMA 31 (35 6%) bekerja sebagai IRT 25 (28 7%) lama kerja kurang dari 8 jam/hari 33 (37 9%) dan kualitas tidur buruk 48 (55 2%). Analisis data menujukkan nilai chi square (X2) hitung pekerjaan 0 12 (X2 tabel 7 815) lama kerja 8 71 (X2 tabel 3 841) dan PR 2 22 kualitas tidur 2 84 (X2 tabel 3 841) dan PR 1 63. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan kejadian hipertensi. Peneliti menyarankan bagi Dinas Tenaga Kerja untuk menerapkan aturan lama kerja yang sesuai dengan UU RI No. 13 Tahun 2003 pada seluruh instansi pemerintah swasta dan perusahaan dan memberikan sanksi pada instansi yang melanggarnya. Peneliti juga menyarankan bagi pekerja untuk mengatur waktu kerja dengan menggunakan waktu istirahat untuk melakukan aktivitas yang dapat mengurangi stres dan kelelahan seperti olahraga ringan atau mendengarkan musik.