Skripsi
Analisis pengaruh pertumbuhan kredit domestik terhadap neraca transaksi berjalan di sembilan negara ASEAN tahun 2008-2017 / Emi Nurbaiti
Abstrak
RINGKASAN Nurbaiti Emi.2019.Analisisis Pengaruh Pertumbuhan Kredit Domestik Terhadap Neraca Transaksi Berjalan Di Sembilan Negara ASEAN Tahun 2008-2017.Skripsi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Grisvia Agustin S.E. M.Sc. Kata Kunci Kredit Domestik Neraca Transaksi Berjalan ASEAN Neraca Transaksi berjalan merupakan salah satu indikator perekonomian internasional sebagai bagian dari neraca pembayaran internasional. Neraca transaksi berjalan adalah laporan atau rangkuman yang mencatat seluruh transaksi internasional berupa ekspor impor dan transfer unilateral. Salah satu masalah perekonomian internasional adalah terjadinya ketidakseimbangan nilai dari neraca transaksi berjalan baik surplus maupun defisit. Surplus neraca transaksi berjalan tidak akan berdampak buruk pada suatu negara tetapi defisit neraca transaksi berjalan jika tidak segera diperbaiki akan berdampak pada stabilitas perekonomian suatu negara. Beberapa peneliti sebelumnya mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan neraca transaksi berjalan terutama defisit di suatu negara disebabkan adanya pertumbuhan kredit yang tinggi. ASEAN merupakan organisasi kerjasama politik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara yang memiliki tingkat pertumbuhan kredit tinggi dan beberapa negara seperti Indonesia Kamboja Myanmar mengalami defisit neraca transaksi berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan kredit berdasarkan nilai kredit domestik di negara anggota ASEAN terhadap neraca transaksi berjalan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode regresi data panel yaitu data gabungan dari data runtut waktu dan data silang. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data dokumen yang diperoleh dari laporan data statistik Bank Dunia yaitu data kredit domestik dan data neraca transaksi berjalan dari sembilan negara ASEAN (Brunai Darussalam Indonesia Kamboja Malaysia Myanmar Filipina Singapura Thailand dan Vietnam) tahun 2008 hingga 2017. Berdasarkan hasil analisis data tersebut bahwa kredit domestik berpengaruh negatif signifikan terhadap neraca transakasi berjalan di Sembilan (Brunai Darussalam Indonesia Kamboja Malaysia Myanmar Filipina Singapura Thailand dan Vietnam) negara ASEAN tahun 2008 hingga 2017. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kredit domestik dapat menurunkan saldo neraca transaksi berjalan di sembilan negara ASEAN tahun 2008 hingga 2017.